Trending Topic
4 Perjuangan Berat Wanita Asia Menuju Kesetaraan

29 Jul 2019



Dok. Unsplash



4/ Ruang Publik yang Tidak Aman
 
Semakin meningkatnya partisipasi wanita dalam kehidupan sosial yang dibarengi dengan mobilitas yang tinggi, ternyata juga meningkatkan kemungkinan wanita mendapatkan kekerasan seksual. Mulai dari pelecehan secara verbal dengan siulan dan komentar, atau pelecehan fisik berupa rabaan, sentuhan, menguntit, menunjukkan alat kelamin hingga pemerkosaan.
 
Pelecehan dan kekerasan seksual tersebut dapat terjadi di jalanan, transportasi publik, sekolah, tempat bekerja, taman dan ruang-ruang publik lainnya. Seperti penelitian yang dilakukan organisasi internasional ActionAid (2017), kawasan Asia Selatan adalah area yang paling rentan terhadap pelecehan dan kekerasan seksual yang terjadi di ruang publik.
 
Misal saja, di Nepal 9 dari 10 wanita pernah mengalami pelecehan seksual di tempat umum. Di Bangladesh, 84 persen wanita menerima komentar berbau seksual di ruang publik. Tentu saja, hal ini membatasi kebebasan wanita untuk beraktivitas dengan nyaman dan aman, khususnya di malam hari.
 
Seperti temuan ActionAid, bahwa 40 persen wanita di Asia tidak merasa nyaman berada di ruang publik ketika terdapat banyak pria muda, karena khawatir akan terjadi pelecehan atau kekerasan seksual. Pelecehan dan kekerasan seksual di ruang publik akan semakin terasa ketika secara budaya, perilaku tersebut dinormalisasikan.
 
“Ini yang berbahaya. Ketika pelecehan tersebut dianggap biasa dan sebagai sesuatu yang lazim terjadi, orang sekitar hanya jadi penonton saja. Mereka tidak berusaha membantu ketika ada wanita jadi korban. Mindset seperti ini yang perlu diubah,” cerita Lily. 
Advertisement
 
Berdasarkan temuan UN Women dalam program Safe Cities and Safe Public Spaces Global Initiative, salah satu penyebab hal ini terjadi karena infrastruktur dan transportasi publik yang kurang memadai dan menjamin keamanan wanita.
 
Misalnya saja, minimnya penerangan di jalan dan gang, trotoar yang tidak memadai, hingga tak tersedianya CCTV di tempat strategis, baik itu di transportasi umum atau di ruang-ruang publik lain seperti sekolah maupun di daerah perkantoran. 
 
“Hal yang paling dasar adalah kesadaran bahwa akses terhadap ruang publik yang aman juga merupakan hak tiap wanita. Jika suatu kota memiliki ruang publik yang aman bagi wanita, maka pasti aman untuk semua orang. Itulah bukti rencana pembangunan kota yang sukses,” Lily yang percaya bahwa salah satu cara untuk mengakhiri kekerasan terhadap wanita bisa dilakukan dengan menciptakan ruang publik yang aman. (f)


BACA JUGA :
Keadilan Berpihak Kepada Baiq Nuril
Wanita Jepang Buat Petisi Online Tolak Pakai Sepatu Hak Tinggi ke Kantor
Benarkah Wanita Merasa Lebih Terancam oleh Sesama Wanita?

 


 


Topic

#kesetaraangender

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?