Trending Topic
10 Negara Paling Ramah Turis 2017 Versi World Economic Forum

25 Apr 2017


Foto: Pixabay

Beberapa waktu belakangan, industri pariwisata terus mengalami peningkatan, dengan kontribusinya yang makin besar bagi pertumbuhan ekonomi, penciptaan  lapangan kerja serta memajukan suatu daerah. World Economic Forum tahun 2017 ini menyebutkan bahwa pada tahun 2016 saja, industri pariwisata menyumbangkan pendapatan hingga 7,6 triliun dolar AS untuk ekonomi global. Artinya, sekitar 10,3% pendapatan ekonomi global disumbangkan sektior pariwisata. Selain itu, terbuka 292 juta lapangan kerja baru. Perjalanan internasional pun mengalami kenaikan yang signifikan, mencapai 1,2 milyar perjalanan tahun 2016 tersebut atau naik 46 juta dibanding  tahun 2015.

Melihat hal tersebut, World Economic Forum kembali merilis peringkat dua tahunannya berupa negara paling ramah turis. Negara-negara ini diurutkan dari 136 negara di dunia. Sebagai informasi, penyusunan peringkat ini didasarkan pada kemudahan yang diberikan bagi para turis untuk memasuki negaranya, giatnya mempromosikan warisan kekayaan alam dan budaya mereka, serta mampu memberikan pengalaman dan reward bagi para turis sehingga menciptakan kesan yang tidak terlupakan bagi para pengunjung. Berikut 10 negara yang berada di 10 peringkat teratas.

1. Spanyol

 
2. Prancis


3. Jerman


4. Jepang


5. Inggris


6. Amerika Serikat


7. Australia


Advertisement
8. Italia


9. Kanada


10. Swiss

 
Lalu, apa yang bisa diambil dari pemeringkatan ini? Ada 4 hal yang mesti digaris bawahi untuk dijadikan pelajaran bila suatu negara ingin memajukan sektor pariwisatanya.

1. Kebangkitan Selatan
Wilayah-wilayah di Utara bumi (Amerika Utara hingga Eropa) selalu jadi primadona pariwisata sejak dulu. Namun, kini fenomena tersebut mulai melirik wilayah selatan. Afrika, Timur Tengah, dan Asia-Pasifik mulai jadi  favorit tujuan wisatan baru. Destinasi-destinasi menarik negara-negara tersebut ditawarkan dan terus menarik wisatawan.

2. Bangun jembatan, bukan tembok
Banyak pemerintahan di dunia mulai menyadari bahwa tantangan dalam pertumbuhan pariwisata bukan tentang keamanan, melainkan tentang hambatan dalam penciptaan pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan menumbuhkan rasa toleransi di antara negara-negara di dunia. Contohnya, bagaimana suatu negara tidak mempersulit wisatawan dari negara lain untuk berkunjung, seperti melalui pembebasan visa untuk masuk. Tahun 2016 hanya 58% penduduk dunia yang butuh visa, menurun dari tahun 2008 yang mencapai 77% penduduk dunia. Bahkan, dalam waktu dua tahun, sebagian besar negara-negara di dunia telah mengurangi beban pembuatan visa bagi wisatawan.
Untuk terus mendukung pertumbuhan sektor pariwisata, pemerintah perlu terus meninjau lagi kebijakan-kebijakan soal pariwisata serta memberikan inovasi-inovasi baru di bidang pariwisata.
 
3. Merangkul Revolusi Industri Keempat
Saat ini, digital sudah jadi hal mendasar untuk berkompetisi, termasuk di sektor pariwisata. Negara-negara yang tidak terintegrasi dengan teknologi dan meningkatkan konektivitas mereka akan terus tertinggal dari negara lain. Internet telah menjadi suatu cara yang menghubungkan penduduk setempat dengan wisatawan tanpa perlu perantara. Ini semakin memudahkan wisatawan tertarik berkunjung ke suatu tempat.
 
4. Menjaga lingkungan (sustainable)
Kelestarian lingkungan suatu negara justru jadi pemikat utama para wisatawan. Karena itu, negara yang mampu menjaga kelestarian dan kealamian lingkungan mereka justru terus meningkat sektor pariwisatanya. Moto “back to nature” bukan sekadar jargon. Banyak yang lebih ingin menikmati keindahan alami suatu wilayah. (f)
 
Sumber: www.weforum.org
 



Topic

#negararamahturis

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?