Dok. Femina Media / Citra Narada Putri
Mampu bertahan selama berabad-abad, masjid yang berada di bukit Kota Bursa ini telah melewati berbagai masa renovasi. Renovasi pertama dilakukan oleh arsitek sekaligus seniman asal Prancis, Léon Parvillée, tahun 1855, akibat terkena
dampak gempa besar di Bursa.
Renovasi berikutnya terjadi tahun 1941, dan yang terakhir terjadi di tahun 2010. Meski begitu, renovasi yang dilakukan tidak menghilangkan ciri khas dan peninggalan budaya Masjid Hijau.
nonmuslim yang datang untuk melihat interior Masjid Hijau.
Mereka yang beribadah pun bisa tetap khusyuk karena salah satu syarat untuk masuk adalah bersikap tenang dan tidak berisik. Wajah toleransi yang menyejukkan hati di dalam Masjid Hijau. (f)
BACA JUGA :
Slow Travel di Selcuk, Turki
Uniknya Ngopi di Sirince, Turki
Ide Liburan Akhir Tahun: 5 Kota yang Paling Banyak Muncul di Instagram
Topic
#toleransi, #turki