Foto: PergiDulu.com
1. Tahu sasaran
“Saat membuat blog ini, kami mau menginspirasi orang untuk jalan-jalan dengan bujet ringan. Istilahnya aspirational travelers, deh. Target market kami adalah kelas menengah. Orang yang punya cukup duit untuk hotel sekitar Rp300.000 per malam. Mereka yang mau ke luar negeri, tapi belum ke banyak negara.”
2. Konten kuat
“Kami selalu melakukan riset untuk konten. Kami mengunjungi banyak tempat wisata, hotel, dan destinasi kuliner yang recommended—tempat yang kami tahu pembaca kami akan sukai. Berhubung kami (termasuk) kelas menengah, kami tahu berdasarkan pengalaman pribadi apa yang disukai dan bisa dihargai orang-orang tersebut. Kadang ada yang bikin artikel tentang hotel-hotel asyik atau tempat wisata yang wow hanya berdasarkan riset online saja. Menurut kami, artikel semacam ini tidak berharga dan sulit dipercaya. Karena itu, kami bekerja keras untuk mencari informasi yang original dan berdasarkan personal experience supaya pembaca kami percaya dan menghargai artikel-artikel kami.”
3. Punya misi
4. Harus konsisten
“Personal branding kami melalui media sosial dan website. Bagi kami, blog adalah kanal terpenting, tapi tanpa Instagram dan Twitter kami tidak bisa mengembangkan brand. Pasalnya, traveling sangat visual dan Instagram jadi media yang oke untuk memperlihatkan semua aktivitas kami secara jelas dan tepat. Di sisi lain, Twitter bagus untuk mengetahui aktivitas kami secara personal dan cepat. Kami pun berkomunikasi dengan sifat yang konsisten (di semua kanal) dan sejalan dengan misi Pergi Dulu.”
Yuk, dipraktikkan! (f)
Baca juga:
Backpackneymoon, Catatan Harian Pasangan Travel Blogger
Tantangan Blogger Masa Kini
7 Tip Jadi Food Blogger
Topic
#blogger