Tokoh Luke memang bad boy yang bikin meleleh, apalagi tampilannya menunjukkan gaya pria sukses yang punya sense of fashion tinggi, namun tetap terlihat maskulin (melengkapi tinggi 183 cm dari Jing Boran), effortless dan timeless.
Bisa dibilang Luke adalah tipe pria yang menjadi alasan mengapa menswear fashion week diadakan. Ia tahu padu padan klasik tapi terlihat modern dan mahal, tapi juga sesuai dengan profesinya, sebagai eksekutif top di Lime Advertising.
Banyak yang mengatakan kalau Jing Boran pas banget memerankan Luke. Bukan karena sifatnya, tapi karena Jing Boran dikenal sebagai salah satu fashion darling di industri hiburan Tiongkok.
Bahkan, outfit tokoh Luke juga diambil dari koleksi pribadi Jing Boran. Jing Boran dikabarkan membawa sekitar 120 setel outfit untuk dipakai syuting. Tentunya setelan jas, jaket, kardigan, sweter, hingga kemeja dan dasi dari rumah mode dunia.
Ketika Jing Boran fitting sebelum syuting, terlihat deretan outfit dari Bottega Veneta, Chanel, Ferragamo, Ralph Lauren, Valentino dan Zegna, yang kemudian dipadupadankan oleh Jing Boran dan tim stylist The Early Spring untuk menggambarkan sosok Luke.
Jika pasangan atau pria di rumah kamu senang mengikuti fashion, total look Luke bisa jadi inspo. Pastinya, jangan lupakan 3 fashion essentials ala Luke.
1/ Kemeja yang pas badan—kemeja terutama warna putih dan dalam potongan yang tepat memang tidak ada lawan dalam menunjukkan gaya simpel berkelas seorang pria.
2/ Dasi warna netral—seperti palet warna netral yang mendominasi outfit Luke (dari koleksi pribadi Jing Boran), dasi warna hitam atau cokelat bisa jadi pilihan. Dipakai sedikit longgar ala Luke ternyata tampak seksi juga.
3/ Aksesori yang tepat—bros atau kalung, sepatu serta tas—bisa meng-elevate tampilan keseluruhan.
Karena cerita The Early Spring berlanjut hingga beberapa tahun kemudian, kita tunggu saja bagaimana gaya berbusana Luke berevolusi. Siapa tahu malah makin cocok dicoba oleh pasangan kita. (f)
Zornia Harisantoso