Langsung Bilang Cinta
Mustahil! Jikalau memang ada cinta pada pandangan pertama, kita tetap butuh waktu untuk membuktikan kebenaran kata-katanya. Jadi, sebaiknya, jika di awal hubungan pria langsung mengatakan cinta, sebaiknya kita langsung bergegas meninggalkannya.
Tidak Mau Berkorban
Kita memang tidak membutuhkan dia untuk mengantar jemput. Setidaknya dengan dia mau meluangkan waktu mengantar kita, menunjukkan kalau dia memiliki rasa. Ya, nggak?
Bicara Tentang Diri Sendiri
Jika dia terlalu banyak berbicara tentang dirinya sendiri, artinya dia lebih senang diperhatikan. Atau mungkin usahanya mendekati kita hanya untuk mencari teman curhat. Kita bukan psikolog, pun jika kita menerima konseling pribadi, sudah seharusnya kita menarik biaya atas keluh-kesahnya tersebut. Hehehe…
Jauh dari Keluarga
Sudah dekat beberapa bulan tapi dia tidak juga memiliki inisiatif untuk mengenalkan kita kepada keluarganya. Bukan berarti kita ngebet langsung besok menikah dengannya—tentu saja tidak!
Tetap saja mengenalkan seseorang kepada keluarga menunjukkan keseriusan orang tersebut. Dia tidak pernah melakukannya? Tampaknya kita harus melirik peluang lain, nih!
Komplain
Terlalu banyak komplain tentang kita. Bisa jadi soal berat badan, jerawat di wajah, lemak di perut, bau badan, nafas yang tidak enak sampai kenapa dandanan kita tidak keren. Jangan hanya diam, yang harus kita teriakkan di telinganya adalah, “Hei, aku bukan super model!” Jika dia menuntut kesempurnaan, suruh saja dia mencari orang lain!
Gampang Menyerah
Kita baru berhubungan dengannya selama sebulan, ketika ada masalah dia langsung menyerah dan mengatakan tidak cocok bersama kita. Dia sudah kehilangan rasa dengan kita. Jangan memintanya untuk mencoba lagi. Pria seperti itu memiliki keberanian yang tidak lebih besar dari ‘bola-bolanya’.
Ester Pandiangan - FOTOSEARCH