Kali ini Benang Jarum menggandeng Rama Dauhan untuk koleksi bertajuk Hujan Bulan Juni, yang merupakan reinterpretasi fashion dari puisi romantis ikonis karya penyair Sapardi Djoko Damono.
Siluet feminin dan elegan ala Benang Jarum dipertemukan kreativitas Rama dalam mengolah sebuah tema jadi terlihat playful dan artistik.
Puisi ini membicarakan rasa cinta yang tak terungkap, dan dalam koleksi Rama Dauhan for Benang Jarum ini, cerita tersebut diterjemahkan ke dalam tiga babak utama: Loving, Meeting, dan Finding.
Tiga babak ini menjadi benang merah yang menggambarkan perjalanan seseorang dalam mencari sesuatu di dalam hidupnya, mulai dari mencintai, bertemu dengan sesuatu yang mengubah arah, hingga akhirnya menemukan hal yang terasa paling dekat dengan dirinya.
Permainan lipit, tabrak motif, dan detail asimetris dalam palet warna didominasi biru tenang dan merah kalem ini juga versatile untuk berbagai gaya—dari jadi outer hingga untuk layering.
Gaya khas Rama Dauhan dalam memadupadankan motif, seperti paduan wavy stripes dengan quirky floral, terlihat di sini, yang juga diselipkan detail monogram Benang Jarum.
“Melalui kolaborasi ini, Benang Jarum ingin menghadirkan koleksi yang lebih eksploratif, mulai dari permainan motif, warna, hingga siluet,” ujar Mifthahul Jannah, Creative Director Benang Jarum.
Acara peluncuran Hujan Bulan Juni dimeriahkan sesi styling bersama Rama Dauhan dan Mifthahul Jannah, dihadiri media dan cirle Rama Dauhan, yang memberikan inspirasi gaya tersendiri dalam memakai koleksi ini.
Rama Dauhan for Benang Jarum - Hujan Bulan Juni telah tersedia di seluruh toko online dan offline Benang Jarum sejak 26 Juli 2026. (f)
Zornia Harisantoso