Tip Menghadapi Kekasih Emosional
6 Jul 2017
Di mata kita, pacar nyaris sempurna. Wajah keren, tubuh atletis dan berjiwa romantis. Sayangnya, nih, di balik kelebihan ini, ada satu kekurangan si dia, yaitu sifat emosionalnya. Jika ada sesuatu yang membuatnya kesal—nggak di jalan maupun rumah, tanpa berpikir panjang dia langsung 'ngamuk'. Bikin kita terganggu, deh!
Berikut beberapa cara untuk menangani pacar yang bad temper.
Malam minggu memang identik sebagai hari kencan. Tapi untuk kasus kita yang memiliki pacar emosional, sebaiknya, nih, pilih hari Minggu untuk jalan dengan si dia. Jalanan di hari Minggu, tuh, jauh lebih sepi dibandingkan Sabtu. Maklum, sebagian besar orang memilih beristirahat. Dengan begitu, kita nggak perlu melihat si dia ngamuk ke sopir bus yang hobi berhenti mendadak atau menyelak.
Hindari makan di resto yang menjadi favorit semua orang saat berkencan dengannya di akhir pekan. Tahu sendiri, dong, pacar bisa emosi kalau menunggu tempat duduk terlalu lama—apalagi dengan perut kosong. Kalau enggan menjajal resto yang masih 'asing', kita bisa makan di resto all you can eat. Pilihan menunya beragam, kita juga nggak perlu ngantri, deh.
Saatnya mandiri, nih, sekaligus mencegah tersulutnya emosinya. Mulai sekarang, coba, deh, pulang sendiri dari kantor. Meminta pacar menjemput kita di jam-jam macet sama saja memancing kekesalannya. Kita pasti bosan, kan, mendengar keluhannya di sepanjang jalan. Telinga kita bisa tuli gara-gara klakson mobil yang dibunyikannya terus menerus.
- Tergantung suasana (hati)
Jangan asal mengumbar masalah kita pada si dia. Pilih waktu yang tepat dan perhatikan suasana hatinya. Jika dia baru saja mengeluarkan sumpah serapah ke petugas parkir, mendingan simpan uneg-uneg kita buat sahabat. Bukannya menghibur dan memberi solusi, bisa-bisa dia makin emosi mendengar masalah kita. Tambah pusing, nggak, tuh!
Pernah mendengar istilah 'diam itu emas'? Nah, inilah yang wajib kita terapkan saat berpacaran dengan pria emosional. Saat pacar emosi, usahakan agar kita nggak ikut terpancing. Biarkan dia puas mengeluarkan kekesalannya. Dia pasti nggak berhenti ngoceh, tuh, jika kita juga terus menanggapinya. Percaya, deh, nantinya pasti dia baik lagi. Pria emosional memang mudah marah, tapi dia juga cepat melupakan kekesalannya.
Nggak usah ragu memutuskannya jika si dia ringan tangan saat emosi. Pria seperti ini nggak pantas dipertahankan,—sekeren apa pun dia. Masih banyak, kok, pria lain yang lebih baik dan menghargai kita! Jangan menyiksa diri sendiri!
(f)
Baca juga:
5 Fakta Pria yang Ternyata Tidak Seperti di Bayangan Kita
Sebelum Kembali ke Mantan, Perhatikan 4 Hal Berikut
Jodoh Tidak Kunjung Datang, Apa yang Harus Dilakukan?
Topic
#tipcinta