Foto: Pixabay
“Saya mengetahui suami terlibat affair satu malam dengan rekan kerjanya saat tugas di luar kota dan berakibat si wanita hamil. Wanita itu mendesak suami untuk menikahinya tetapi suami menolak. Saya sendiri merasa sangat terluka dan amat sulit untuk kembali memercayai suami apalagi belakangan ia kerap mulai berdusta dan pulang malam. Namun, saya masih mencintainya,” tulis Deasy.
Menurut psikolog Monty P. Satiadarma, yang mengasuh rubrik Dari Hati Ke Hati di Majalah Femina, masalah Deasy dengan suaminya perlu diselesaikan melalui mediasi, bahkan mungkin melalui lembaga hukum. "Suami harus menegaskan keputusannya untuk tidak ingin menikahi wanita itu, terutama dengan adanya kehadiran bayi. Sebagai ayah, ia bertangung jawab atas pertumbuhan dan pengasuhan anak. Di lain pihak, Anda juga harus menyelesaikan masalah Anda dengan suami melalui mediasi."
Menanggapi sikap Deasy yang merasa dikhianati namun tetap mencintai suaminya, Monty menyentil agar tidak mengharapkan kejujuran dari sang suami. "Sesungguhnya Anda telah memahami sifat dan perilakunya. Dalam hal ini bukan suami saja yang mendua, tetapi Anda pun bersikap mendua dalam menentukan pilihan. Adakalanya anak-anak belajar menerima tindakan menyakitkan dari tindakan orang tua mereka. Tetapi, lebih baik mengalami sakit dalam realitas daripada terus-menerus berfantasi dalam kebohongan, hingga suatu saat mereka akan mengalami rasa sakit yang tak tertanggulangi," tukas Monty..
Baca Juga:
Pernikahan Yang Terlihat Sempurna Pun Tak Luput Dari Perselingkuhan. Ini Alasannya.
Cerita Dua Wanita Tentang Suka Duka Memiliki Pasangan Beda Bangsa
5 Hal Wajib Dibicarakan Sebelum Menikah
Topic
#perselingkuhan, #relationship