Foto: Fotosearch
Rannia - Bandung
Saran Irma Makarim
Lingkungan cenderung mudah memberikan komentar terhadap status atau kondisi seseorang. Kebiasaan ini bukan ditujukan bagi yang lajang saja, tetapi sering kali juga diterima oleh mereka yang sudah menikah. Misalnya, ketika masih belum dikaruniai anak, orang-orang menanyakan mengapa belum memiliki anak. Ada pula yang kebablasan seperti yang kini terjadi pada Anda. Bukan sekadar memberikan komentar, tetapi juga secara aktif ikut menjodohkan Anda.
Anda bisa tetap membuka diri tanpa berlebihan dan boleh saja menghindar kalau merasa kurang nyaman. Tampil apa adanya sebagai diri sendiri mungkin bisa menjadi salah satu pilihan yang bijak. Jalani hidup Anda sepenuh hati. Kebahagiaan ada di tangan Anda.
Saran Monty Satiadarma
Anda tak harus merasa bersalah untuk bersikap ramah dan tidak perlu khawatir dengan cemooh sombong kalau memang perilaku Anda tidak seperti yang mereka pikirkan. Tidak ada gunanya juga Anda berperilaku sesuai kehendak orang lain, jika hati nurani Anda sendiri tidak menghendakinya, apalagi jika Anda belum cukup siap untuk mengubah status sosial hidup Anda.
Sebaiknya Anda berperilaku sesuai dengan kesiapan Anda dan bukan atas dasar kesiapan orang lain, apalagi atas kehendak orang lain. Jika Anda masih betah melajang dan belum siap membina ikatan hidup bersama orang lain, lakukanlah sesuai hati nurani Anda. Sebaliknya, jika Anda merasa sudah siap untuk membina ikatan bersama orang lain, pilihlah langkah tersebut.
Perubahan status sosial dalam kehidupan menuntut tanggung jawab yang selaras dengan tugas dan peran seseorang. Status sosial atas kehendak orang lain belum tentu sesuai dengan status sosial atas kehendak dan kesiapan Anda. Melangkah dan jalanilah kehidupan ini sewajarnya tanpa perlu memalsukan sikap dan perilaku demi harapan orang lain. Jika Anda melakukan itu, justru akan menimbulkan keterasingan pada diri sendiri. (f)
Topic
#Persahabatan