Foto: Pexels
Ketika naksir seorang wanita: Biasanya jadi salah tingkah, tapi selanjutnya selalu ingin mendekat ke tubuh si dia. Selalu memasang senyum lebar dan memberi sentuhan-sentuhan kecil, misalnya tepukan di bahu ketika tertawa. Eye contact pun selalu dijaga. Penampilan dipastikan harus selalu oke. Kalau perlu, sedikit-sedikit cek penampilan di cermin.
Ketika bertemu wanita ideal dan ingin serius dengannya: Body contact makin intens. Biasanya ditunjukkan dengan pegangan tangan ketika jalan
berdua, atau memberi kecupan-kecupan kecil.
Jika hanya ingin seks: Ini bahasa tubuhnya langsung di kasur saja. Tapi, biasanya, sih, ada keinginan untuk menempelkan tubuh terus-menerus, jika ada kesempatan. Disertai pelukan-pelukan erat, diselingi kecupan atau ciuman mesra.
Jika ingin putus: Jika ingin putus malah sebisa mungkin tidak boleh ada body contact. Posisi badan ketika sedang berdua juga cenderung tidak mengarah ke dia. Biasanya juga lebih gelisah, dan ada keinginan untuk cepat-cepat mengakhiri pembicaraan. Mulai menghindari kontak mata juga.
Ketika naksir seorang wanita: Badan tegap dan penuh percaya diri . Bersikap gentle, tapi stay cool dengan memperlihatkan sisi humoris.
Ketika bertemu wanita ideal dan ingin serius dengannya: Hampir sama jawabannya dengan pertanyaan di atas, cuma karena ini niatnya untuk serius, maka pendekatannya akan lebih halus. Berlagak menjadi orang yang bisa membuat dia merasa nyaman dan aman ketika sedang berdekatan. Contohnya, membukakan pintu mobil, memberi jalan terlebih dahulu, lady first, dan siap memberikan bahu, jika ia menginginkan.
Jika hanya ingin seks: Kalau ini kurang paham, karena saya masih perjaka, ha… ha… ha....
Jika ingin putus: Cuekin saja sampai kemudian dia akan bertanya, ”Kamu maunya apa, sih?” Jika sampai pada pertanyaan ini, jawabannya to the point saja: ”Putus.” Gestur tubuh kaku, bicara juga kaku, dan kalau perlu tak menjawab apa pun, kecuali pertanyaan, “Kamu maunya apa, sih?” Pura-pura tuli.
Sekadar flirting: Sekadar memberi perhatian palsu, memalsukan jati diri, dan bahasa tubuh yang disesuaikan dengan keinginan si wanita.
(Klik page di bawah untuk membaca cerita dua pria berikutnya)