Sex & Relationship
Ketika Anak Menolak Pernikahan

18 Apr 2016


Saya janda dengan 1 anak berusia 6 tahun. Sejak 2 tahun lalu, saya menjalin hubungan serius dengan seorang pria lajang. Anak saya pun sudah dekat dengannya. Namun, saat saya dan kekasih menyampaikan niat menikah, anak menolak karena merasa mengkhianati ayah kandungnya. Padahal, mantan suami saya sudah berkeluarga lagi. Apa yang harus saya lakukan? (P)
 
Saran Irma Makarim: 
Anda dan kekasih kelihatannya bisa menerima dan memahami bahwa dengan rencana pernikahan ini, Anda berdua bukan hanya berbagi kasih dengan pasangan, tetapi juga dengan anak Anda. Sayangnya, tidak semudah itu untuk anak Anda memahaminya. Apalagi ia sudah merasa nyaman hidup berdua dengan limpahan perhatian dan cinta Anda.

Anak Anda akan menolak rencana pernikahan itu bila ia melihat kekasih Anda sebagai ancaman yang bisa menggantikan posisi ayahnya. Ia juga melihat pernikahan itu akan merebut kasih sayang dan kehangatan dari ibunya yang selama ia nikmati seorang diri. Anda harus berempati pada anak Anda. Bayangkan Anda dan pacar berada di posisi anak agar Anda berdua bisa melakukan pendekatan sesuai kebutuhan anak Anda.

Advertisement
Anak perlu diberikan rasa aman dengan menekankan bahwa pacar Anda datang dalam kehidupannya bukan untuk menggantikan posisi ayahnya. Anda juga harus memastikan bahwa anak tidak akan kehilangan kehangatan dan kasih sayang Anda, bahkan sebaliknya akan mendapat tambahan kasih sayang dari kekasih Anda. Ini akan membuat anak Anda merasa bernilai. Ketika anak Anda  merasa aman dengan perubahan ini, maka  akan lebih mudah baginya untuk memahami keputusan ini.
 
Saran Monty Satiadarma
Walau masih kecil, anak Anda sudah memiliki identitas diri yang baik. Ia sadar siapa ayahnya dan siapa yang bukan ayahnya. Pacar Anda dalam sudut pandangnya adalah seorang yang baik mendampingi Anda dan juga bisa melindungi dirinya, tetapi bukan ayahnya.
Karena itu, ia cenderung beranggapan ibunya diambil orang lain. Ia belum cukup dewasa untuk bisa menerima orang tua pengganti sementara orang tua biologisnya masih ada. Secara bertahap, ia akan merasa bahwa pacar Anda adalah kompetitornya. Hal ini akan menimbulkan kecemasan bagi anak dan dapat mengganggu proses perkembangannya.

Sebaiknya Anda menunda niat menikah dengan bijak. Jangan memaksa anak untuk menerima, tapi ajak dia secara bertahap untuk menerima pacar Anda dalam status seperti ayah. Ada 4 hal yang perlu Anda perhatikan dalam proses ini, yaitu sikap dan cara Anda saat melakukan pendekatan padanya, sikap dan cara pacar Anda saat melakukan pendekatan padanya, peningkatan usia kematangan sosial dan psikologis, dan waktu. (f)
 
 


 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?