Menurut dr. Indra, saat berada dalam fase orgasme, kontraksi pada otot dasar panggul dan kelenjar prostat akan mendesak air mani yang berisi sperma dan cairan sperma keluar melalui saluran kencing. “Sperma diproduksi di dalam testikel dan cairan sperma diproduksi oleh kelenjar prostat dan vesikula atau kantong mani, yang terletak di belakang saluran kemih. Proses keluarnya air mani inilah yang disebut ejakulasi,” jelasnya.
Perbedaannya, saat pria melakukan orgasme palsu, maka tidak terjadi ejakulasi sperma. Dari fase inilah Anda bisa mengetahui apakah pasangan benar-benar sudah sampai pada klimaks atau hanya berpura-pura saja. Meski begitu, menurut Richard Herring dalam bukunya, Talking Cock, pria selalu punya trik sendiri untuk menutupi aksi orgasme palsu mereka. Bahkan, ia menjelaskan, ada sekitar 34% pria yang diam-diam meludahi pasangannya demi menciptakan efek cipratan sperma,
Bagaimanapun, hasil penelitian yang dilakukan oleh University of Waterloo di Ontario menunjukkan bahwa baik pria maupun wanita dapat mendeteksi ketika pasangan mereka berpura-pura orgasme. Hanya saja, mereka menyikapi hal tersebut dengan tetap menghargai pasangannya. (f)
Topic
#orgasmepalsu