Waktu me time sangat perlu diberikan kepada istri saya, Cicilia Sevianne (36), agar ia bisa melepas penatnya sebagai ibu sekaligus pekerja kantoran. Saya menyadari, berperan ganda itu tidak gampang. Pasti ada emosi yang terbawa pulang. Apalagi jika anak kami, yang berusia 4 tahun, sedang manja-manjanya.
Saya membebaskan istri menikmati ‘kesukaannya’ selama tidak mengabaikan kewajiban sebagai ibu. Yang terpenting tidak sibuk main gadget. Saling memberi kebebasan inilah yang membuat rumah tangga kami yang sudah berjalan 6 tahun menjadi lebih stabil.
Pada prinsipnya saya percaya tiap orang yang pikiran, hati, dan tubuhnya dibatasi oleh orang lain, bisa memicu konflik. Bermula dari cemburu, curiga, hingga berujung pertengkaran yang tidak jelas. Untuk mencegahnya, kami sepakat untuk berkomunikasi dan membuat batasan, misalnya tidak menghabiskan uang banyak, ingat waktu dan keluarga, pergaulan sehat, dan tidak selingkuh. Selain itu, saya juga tahu teman-temannya, jadi tidak ada alasan untuk melarangnya pergi menonton atau yang lainnya.
Di saat ia sedang menikmati kebebasannya, saya main dengan anak atau mencari kesibukan yang sesuai dengan hobi saya. Secara tidak langsung kepercayaan pun tumbuh dengan sendirinya tanpa kita sadari, karena selalu berpegang pada komitmen.
Topic
#relationship, #MasalahPernikahan