Sebuah penelitian yang dipimpin oleh Prof. David Frost dari Columbia University, New York, Amerika Serikat, menemukan fakta bahwa pasangan yang terlalu banyak memiliki persamaan dan selalu setuju satu sama lain pada akhirnya akan memasuki zona nyaman yang malah menimbulkan rasa bosan. Tak hanya itu, hasil penelitian yang dilakukan kepada 732 pria dan wanita dewasa untuk jurnal Personality and Social Psychology Bulletin ini juga menyimpulkan bahwa adanya sedikit jarak dan perbedaan dibutuhkan di dalam hubungan yang sehat.
Teori ini agaknya tepat jika melihat pernikahan pasangan Hollywood, Ben Affleck dan Jennifer Garner atau Orlando Bloom dan Miranda Kerr yang nyaris sempurna dan tanpa konflik, namun harus berujung pada perceraian. Tanggap dengan fenomena tersebut, para penulis skenario serial televisi pun kompak menggodok ide kreatif dengan formula opposite attracts serta hubungan antara cinta dan benci para karakternya. Meski tak selalu menjadi fokus utama cerita, percintaan dua tokoh dengan karakter bertolak belakang yang terkadang ajaib ini mulai ramai mewarnai serial televisi yang mengudara.
Berawal dari Chemistry
Sudah jadi rahasia umum bahwa perbedaan tak hanya membawa seseorang memasuki area penuh misteri yang membingungkan, namun juga percikan chemistry yang tak terbantahkan. Hal tersebut yang kemudian dikembangkan oleh para penulis skenario untuk merangkai jalinan cerita dan meracik bumbu-bumbu percintaan yang tak terduga antara kedua tokoh berbeda karakter tersebut di tiap episodenya.
Masih ingat adegan pertama kali Ted Mosby (Josh Radnor) dan Robin Scherbatsky (Cobie Smulders), dalam serial televisi How I Met Your Mother, bertemu di bar? Saat Ted dan Robin saling menatap, Anda bisa merasakan chemistry di antara mereka yang begitu kuat. Pada momen itu, Ted bahkan begitu yakin dan spontan mengatakan bahwa suatu saat ia akan menikahi wanita yang ia temui tersebut.
Begitu juga halnya dengan Olivia Pope (Kerry Washington) dan Fitzgerald Grant (Tony Goldwyn) dalam drama kontroversial Scandal. Pertemuan pertama mereka terjadi saat Liv, seorang ‘fixer’ atau konsultan manajemen krisis, bekerja sebagai staf kampanye Fitz yang saat itu masih menjadi Gubernur California untuk memenangkan kursi sebagai Presiden Amerika Serikat.
Tanpa diduga, Liv dengan penuh percaya diri ‘membaca’ Fitz dengan tepat dan membeberkan apa saja yang seharusnya ia lakukan untuk mendapatkan suara publik. Tepat saat itu juga, Liv mencuri perhatian dan memenangkan hati pria yang telah beristri ini.
Kekuatan serial drama televisi Empire yang berkisah tentang Lucious Lyon (Terrence Howard), mantan pengedar narkoba yang sukses menjadi miliuner dengan merintis perusahaan Empire Entertainment dan hubungannya dengan sang mantan istri, Cookie (Taraji P. Henson) yang baru kembali dari hukuman penjara selama 17 tahun. Tanpa banyak dialog, penonton langsung bisa merasakan kekuatan chemistry dan cinta membara yang seakan tak pernah padam di antara mereka berdua. Bahasa tubuh yang ditunjukkan oleh Lucious tiap kali Cookie berada di dekatnya, menjelaskan segalanya.
Tak dapat dipungkiri, ketiga pasangan tersebut langsung memenangkan hati para penonton setianya. Terbukti, meski episode final How I Met Your Mother sudah ditayangkan tahun lalu, sampai saat ini berbagai media dan forum di internet masih ramai membicarakan kontroversi akhir dari kisah cinta Ted dan Robin, serta berbagai alasan mengapa mereka pantas bersama.
Hal sama terjadi pada Olitz, sebutan para penggemar serial Scandal bagi hubungan percintaan Liv dan Fitz, yang meski sulit terjalin, selalu dinanti. Tak hanya karena disuguhkan skenario hubungan terlarang dan berbahaya yang bikin hati dag-dig-dug, namun perubahan emosional keduanya saat berhasil bersama, meski hanya sebentar, sukses membuat hati siapa pun yang menontonnya meleleh.
Sementara itu, pendukung hubungan Lucious dan Cookie juga tak mampu menyembunyikan perasaan senang mereka saat serial drama yang menampilkan bisnis musik hip-hop ini menampilkan adanya kemungkinan power couple ini bersama kembali. Tak jarang pula mereka membandingkan Cookie dengan Anika (Grace Gealey), mantan tunangan Lucious. Meski cantik dan lebih muda, Anika dinilai tak mampu ‘menghidupkan’ tokoh Lucious seperti ketika ia bersama wanita yang telah memberinya tiga orang putra ini.
Argumen yang Menghidupkan Cerita
Para penulis skenario serial televisi ini agaknya paham benar apa saja yang bisa membuat para penontonnya tidak bosan dan menjaga rating agar tetap menjadi yang teratas. Kunci sukses serial-serial televisi yang selalu setia dinantikan oleh para penonton dan viral di internet ini terletak pada penokohan karakter pasangan yang unik. Tak jarang bertolak belakang dan dipenuhi rasa cinta dan beci yang penuh gejolak, yang mampu memberikan warna pada keseluruhan jalinan cerita.
Shonda Rhimes tentu saja mengadopsi formula tersebut dengan sempurna saat menciptakan tokoh Olivia Pope, seorang pemimpin yang sangat berdaya, bertangan ‘besi’, dan selalu penuh percaya diri ini. Dengan cerdas, Shonda menyandingkannya dengan Presiden Fitzgerald Grant yang juga sama-sama pemimpin, namun naif, penuh keraguan, dan pesimistis. Meski begitu, Fitz tak pernah pantang menyerah ketika memperjuangkan cintanya pada Liv, yang berkali-kali berusaha menyudahi hubungan mereka.
Gemas? Selamat, itu artinya Anda sudah resmi menjadi pendukung terbesar Olitz! Masih ingat adegan di mana mereka saling berargumen saat Liv marah kepada Presiden Amerika Serikat ini yang memutuskan untuk menyatakan perang pada West Angola demi menyelamatkan dirinya yang diculik? Padahal, sebelumnya penonton disuguhkan adegan yang menguras emosi melihat Fitz yang begitu terpukul karena takut kehilangan wanita yang sangat dicintainya.
Liv sama sekali tidak terkesan dengan usaha Fitz dan menganggap hal itu merupakan tindakan yang membahayakan kariernya sebagai pemimpin negara, dan apa yang dilakukan Liv dan timnya selama ini akan sia-sia. Ia bahkan bergeming saat Sang Presiden mengungkap alasannya mengambil keputusan sulit yang ia sendiri sebenarnya tidak ingin. “I had to save you,” katanya, dan Liv hanya menjawab dingin, “You didn’t save me. I’m on my own.”
Amy yang perfeksionis dan kompetitif harus menghadapi partnernya, Jake, yang santai dan agak kekanak-kanakan. Meski hampir selalu saling adu pendapat dan meledek, jelas sekali bahwa pasangan detektif ini memiliki pertemanan yang erat dan rasa saling menghormati. Tak heran jika hubungan mereka perlahan-lahan berkembang ke arah yang lebih dalam dan romantis.
Tak terhitung juga berapa kali Lucious dan Cookie bertengkar dan tidak sepaham. Tak hanya karena urusan masa lalu yang belum terselesaikan, Lucious dan Cookie memang sepertinya ditakdirkan untuk saling menghancurkan karena cinta dan ego yang mereka miliki begitu besar. Seperti dalam salah satu adegan ketika Cookie mengunjungi Lucious di penjara untuk minta perlindungan. Masih dirundung rasa benci karena merasa Cookie-lah yang menjebloskannya ke penjara, Lucious berujar, “You don’t know how much I hate you, but also love you at the same time.”
Namun, wanita mana yang tidak akan menghela napas dan seketika tersenyum penuh haru ketika pria yang dicintainya sejak dulu melontarkan kalimat semacam ini setelah berargumen keras, “I’ve been with a whole lot of women, Cookie, but I was always looking for you in them.”
Formula yang kurang lebih serupa juga diterapkan Peter Nowalk pada kedua tokoh utama, Asher Millstone (Matt McGorry) dan Bonnie Winterbottom (Liza Weil), dalam serial drama How to Get Away with Murder yang mengisahkan tentang sekumpulan mahasiswa sekolah hukum yang superambisius. Asher yang kepribadiannya menyenangkan, agak konyol, dan disukai oleh banyak orang, disandingkan dengan Bonnie yang manis dan baik.
Namun, di sisi lain Bonnie menyimpan banyak rahasia kelam dan seketika menjadi pribadi yang berbeda ketika sedang terdesak. Jalinan dialog di antara mereka dan reaksi-reaksi yang tak terduga inilah yang membuat serial televisi ini terus menarik dan dinantikan penontonnya.
Terlepas dari perbedaan karakter yang dibenturkan dalam masing-masing serial televisi ini, terdapat benang merah kesamaan di antara pasangan unik satu dan yang lainnya. Olitz, Lucious-Cookie, dan Amy-Jake sama-sama memiliki hubungan profesional yang sangat kuat dan berhasil membawa mereka menuju kesuksesan di dalam pekerjaan. Ini membuktikan bahwa perbedaan karakter justru membuat mereka bisa saling mengisi kekosongan dan melengkapi, tak hanya dalam cinta, melainkan juga karier.
Jalinan Kisah Cinta Putus-Sambung
Melihat pembahasan yang ramai bergulir di media sosial dan forum-forum dari para penggemar serial How I Met Your Mother, ada fenomena menarik yang bisa ditarik kesimpulan. Ternyata, penikmat serial televisi selalu terpikat pada skenario yang penuh dengan plot twist dan membuka kemungkinan-kemungkinan baru terhadap hal-hal yang tidak terduga. Adanya ruang yang terbuka untuk selalu berharap tiap menunggu episode baru tayang, meski keadaan tampaknya tidak memungkinkan bagi pasangan favorit mereka untuk bersatu, selalu diminati mayoritas penikmat serial televisi.
Itu sebabnya, para penulis skenario serial televisi selalu menuangkan kreativitas mereka ke dalam jalinan kisah drama percintaan yang tampaknya sulit untuk bersatu karena konflik pribadi masing-masing karakter dan juga situasi, namun selalu memberikan sejumput harapan baru. Terbukti, konsep cerita seperti ini tak hanya membuat para hopeless romantic tenggelam seketika ke dalamnya, melainkan juga penikmat serial televisi yang skeptis pada cinta.
Kisah percintaan Ted-Robin, Olitz, Lucious-Cookie yang putus-sambung seakan mengombang-ambingkan emosi siapa pun yang menontonnya. Anda pasti ikut terharu menyaksikan adegan Ted yang mati-matian membantu Robin mencari liontin yang pernah ia kubur di Central Park bertahun-tahun lalu, padahal Robin akan menikah dengan Barney, sahabatnya. Ketulusan cinta Ted dan keinginannya untuk selalu membahagiakan Robin, meski saat itu mereka tak bisa bersama, tak hanya membuat Robin tersenyum sambil meneteskan air mata, tapi juga seluruh penonton serial ini.
Perasaan yang sangat mendalam antara Lucious dan Cookie pun malah terlihat makin kuat, meski sudah terpisah jarak dan waktu belasan tahun. Apalagi Lucious sempat bertunangan dengan wanita lain. Kubu penonton pun terbagi menjadi dua, namun tim penulis skenario Empire dengan cerdas menampilkan kembalinya sosok Cookie yang sangat cerdik, membawa segudang rencana untuk merebut Empire Entertainment dan memenangkan Lucious kembali.
Meski sama-sama ingin saling menjatuhkan, keduanya tak pernah tinggal diam ketika ada orang lain yang ingin menyakiti salah satu di antara mereka. Bahkan, Lucious rela membunuh demi melindungi Cookie. Penonton tahu, perang intrik dan ego antara Lucious dan Cookie hanyalah bumbu-bumbu cinta mereka yang tak pernah padam dan penuh penyangkalan.
Penonton setia Scandal pun seakan tak diberi waktu untuk terlalu lama terpuruk di dalam keputusasaan dan menebak-nebak kelanjutan hubungan Liv dan Fitz, yang sepanjang empat musim terakhir sudah mengalami putus-sambung sebanyak enam kali. Musim baru serial ini dimulai dengan kebersamaan Liv dan Fitz yang selama ini telah dinanti-nantikan.
Keputusan tak terduga First Lady Mellie (Bellamy Young) untuk bercerai dari Fitz dan kemungkinan Liv menggantikan posisinya, tentunya makin menambah rasa penasaran pendukung berat Olitz. Tapi tentu saja, tim penulis tidak membiarkan impian penonton terjadi dengan mudah. Ada saja konflik dan masalah yang terjadi di antara Liv dan Fitz yang menguji kuatnya cinta mereka.
Namun, tak peduli seberapa besar gelora cinta dan benci yang ada di hati, marah dan rindu yang terpendam menjadi dendam, atau gunung ego yang menghalangi, seperti kata dewa lagu cinta Barat Lionel Richie, love will find a way. “Is it hard this life you’re living? Does the world seem so unkind? Don’t you worry love will find a way.”
Stephanie Mamonto (Kontributor - Jakarta)