Foto: Fotosearch
Fauziyah - Bogor
Saran Irma Makarim
Tidak salah kalau ada ungkapan hukum tabur tuai. Orang akan menuai sesuai benih yang dia tabur. Anda mungkin tak menyadari bahwa selama ini telah memperlakukan kekasih-kekasih Anda layaknya benda yang tak memiliki perasaan. Anda barangkali merasa bangga bisa menaklukkan dua pria sekaligus.
Namun, dalam memilih pasangan, seharusnya Anda melihat faktor kecocokan antara Anda dan pasangan. Bukan hanya kualitas pendamping, Anda juga harus melihat kualitas diri sendiri. Sebab, memilih pasangan hidup bukan hanya berdasarkan pada kebutuhan salah satu pihak, tetapi juga kecocokan nilai yang selama ini diyakini dan dijalani Anda berdua.
Kecocokan, salah satunya bisa ditandai dengan perasaan nyaman saat Anda tengah menghabiskan waktu bersama pria tersebut. Selain itu, apakah Anda memiliki kesamaan visi dalam menjalankan hidup? Hal itulah yang harus Anda temukan dari dua kekasih.
Baca juga: Kekasih Mengaku Lajang, Padahal Duda Beranak Satu
Saran Monty Satiadarma
Siap menerima pilihan berarti juga siap menerima konsekuensi, termasuk menerima kekurangan individu. Ingatlah bahwa tak ada manusia yang sempurna. Oleh sebab itu, sebaiknya Anda tidak membandingkan satu manusia dengan manusia lainnya. Tiap individu diciptakan unik serta memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Misalnya, jika kekasih pertama mengetahui Anda berbagi hati, Anda harus siap kehilangan rasa humornya akibat kekecewaannya. Atau, jika si kekasih kedua menyadari cintanya diduakan, ia bisa saja kehilangan kehangatan hatinya yang selama ini menjadi daya pikatnya. Apakah Anda siap dengan kondisi ini?
Anda harus siap kehilangan karakter dari pria yang tidak Anda pilih. Sebab, Anda tak bisa selamanya hidup membagi hati dengan dua pria. Bahkan, ketika Anda bersama dengan pria terpilih, tak selamanya ia bisa mendampingi Anda. Tiap pilihan memiliki risiko sendiri. Berani menghadapi risiko adalah bentuk kepribadian yang matang. (f)
Topic
#TipCinta