Saya merasa kekasih terlalu akrab dengan mantan istrinya. Kekasih sering membatalkan janji demi menemani mantan istri ke acara keluarga atau bermalam di rumahnya saat anaknya sakit. Saya cemburu, terlebih sudah satu tahun pacaran kekasih belum mengenalkan saya kepada keluarganya. Apakah ia berniat rujuk? (M)
Kata Irma Makarim:
Salah satu hal yang harus dipertimbangkan saat menjalin hubungan dengan orang yang pernah berumah tangga dan memiliki keturunan adalah mereka memiliki ikatan dengan keluarganya yang pernah hidup bersamanya. Ini sering menjadi kendala bagi pasangan barunya kelak.
Keterlibatan kekasih dengan mantan istrinya yang menyangkut kepentingan anak tidak bisa dihindari karena sebagai bentuk tanggung jawabnya sebagai ayah yang memang tak pernah bisa putus hubungan dengan anak, meski sudah terpisah secara hukum. Anda tak mungkin bisa mengatur interaksi kekasih dengan mantan istrinya. Kecemburuan yang Anda rasakan sebagai akibat rasa insecure dengan posisi Anda sebagai kekasih, terlebih ia belum menunjukkan keseriusan dengan mengenalkan Anda kepada orang tuanya.
Kata Monti Satiadarma:
Sebagai kekasih, status Anda tak didasari kekuatan hukum. Anda juga tak punya hak untuk membatasi kewajibannya dalam memberi jaminan kesejahteraan pada anak dan mantan istrinya. Wajar jika Anda dilanda perasaan cemburu, tetapi itu adalah konsekuensi dari menjalin hubungan dengan seorang duda yang telah memiliki anak dari pernikahan sebelumnya.
Hubungan romantis dengan mantan istrinya mungkin sudah berakhir, tetapi hubungan dengan anak-anaknya tak akan pernah berakhir. Anda perlu juga mengecek apakah ia benar-benar telah bercerai atau tidak. Jika ternyata status kekasih belum bercerai, kehadiran Anda justru mengganggu keharmonisan sebuah keluarga. Hal ini tak selayaknya Anda lakukan. Namun, jika kekasih benar telah bercerai, tentunya ia butuh masa adaptasi yang tidak sebentar untuk menjalin hubungan baru lagi.
Janganlah memelihara perasaan resah. Perasaan ini timbul dari ketidakyakinan Anda akan seberapa besar cinta kekasih. Jadi, bersabarlah jika Anda merasa ia adalah orang yang tepat dan patut diperjuangkan. (f)