Foto: Fotosearch
Jihan – Surabaya
Saran Irma Makarim
Kekhawatiran dari pertemanan Anda dengan mantan pacar adalah jika suatu saat nanti Anda ataupun mantan pacar mulai larut dengan hubungan itu. Sebagai sosok terdekat dengan Anda, suami mungkin menangkap tanda-tanda itu sehingga ia merasa cemas atau kecewa. Hal itu ia tunjukkan dengan kemarahan.
Hargai perasaan suami dengan memberikan penjelasan sejujur-jujurnya. Batasi juga hubungan Anda dengan mantan pacar, walau hanya berteman. Hindari terlalu sering menjalin kontak dengannya, kecuali urusan penting. Selalu libatkan suami, jika Anda harus berurusan dengan mantan pacar agar suami bisa kembali percaya kepada Anda. Bagaimanapun, keluarga adalah hal berharga.
Dalam membangun keluarga, keterbukaan dengan pasangan adalah salah satu hal penting untuk menumbuhkan kepercayaan di antara pasangan. Termasuk dalam hal persahabatan dan pertemanan. Meski pada dasarnya pertemanan bisa dijalin dengan siapa saja, masing-masing pihak harus dapat menjaga diri dan menjaga hati agar tidak menimbulkan masalah.
Saran Monty Satiadarma
Jadikan masa lalu sebagai bagian yang membentuk kepribadian Anda saat ini. Hiduplah untuk saat ini dan masa depan. Anda harus berusaha keras mengembalikan kepercayaan suami pada Anda. Hentikan percakapan nostalgia dengan mantan pacar dan usahakan untuk menjaga jarak dengannya agar tercipta batas tegas dalam kehidupan Anda.
Nostalgia atau kenangan manis dapat membangkitkan kembali hal-hal yang pernah ada. Meski kedekatan Anda dan mantan pacar murni pertemanan, Anda tetap harus waspada terhadap dorongan-dorongan emosi. Dorongan itu mungkin bisa mengaburkan batasan-batasan antara perasaan masa lalu dan kehidupan saat ini.
Jika suami marah atau merasa cemburu, hal itu sangat wajar karena ia tentu merasa takut kehilangan istri yang ia cintai. Bayangkan Anda berada di posisi suami saat ini, Anda tentu akan merasakan hal yang sama, bukan? Bisa jadi, keadaan ini menurunkan ikatan kepercayaan Anda dan suami. Jika dilanjutkan, ada kemungkinan kepercayaan suami kepada Anda makin pudar. (f)