Foto: Fotosearch
Lebih ‘pintar’
Yap, orgasme meningkatkan peredaran darah ke organ-organ penting. Barry Komisaruk, PhD, profesor psikologi dari Universitas Rutgers di New Jersey, AS, bersama timnya menggunakan mesin fMRI untuk memonitor otak wanita selama orgasme. Hasilnya, lebih banyak oksigen yang beredar ke otak, peredaran darah makin lancar, dan nutrisi pun mencapai saraf. Ini membuat kita jadi bisa berpikir lebih kritis dan ingatan pun menguat.
Ketika bercinta, terutama saat orgasme, tubuh seseorang mengeluarkan oksitosin, hormon cinta yang efektif mengurangi stres. Apalagi, nih, intercourse lebih intim dibandingkan kegiatan seksual lainnya, seperti pelukan atau sekadar bercumbu, sehingga bisa memproduksi lebih banyak oktosin. Study Biological Pyschology pun mengadakan riset terhadap wanita setelah bercinta. Hampir sebagian besar ternyata lebih lancar berbicara di depan umum, termasuk saat presentasi kerja, plus lebih mudah menghitung.
Mengurangi sakit punggung
Menurut Barry Komisaruk yang juga mengadakan penelitian terkait stimulasi vagina, orgasme akan mencegah munculnya molekul neuropeptide yang menyebabkan nyeri di area saraf tulang punggung. Meski sifatnya sementara—bisa beberapa menit atau seharian—tetap saja ini menjadi alasan wanita bercinta. Ini ditunjukkan berdasarkan survei study Archives of Sexual Behavior. Salah satu penulisnya, Cindy Meston, PhD, dari University of Texax di Austin, AS, mengungkapkan kalau sebagian responden wanita mengakui kalau mereka rutin bercinta untuk meredakan sakit punggung.