Sex & Relationship
Agar Terus Membara

2 Apr 2016


Hubungan seks yang penuh gairah  tentu menjadi idaman semua pasangan suami-istri. Namun, karena satu dan dua hal, keinginan untuk pengalaman seks yang tak terlupakan menjadi satu tantangan tersendiri. Pengakuan 6 wanita tentang masalah seksual mereka ini bisa jadi inspirasi bagaimana mereka bisa membalikkan keadaan demi meraih kepuasan maksimal.
 
Tia 
Gairah Virtual
Setelah menikah, kami tinggal di San Francisco, Amerika Serikat. Namun, beberapa bulan sekali, suami harus kembali ke Indonesia untuk urusan pekerjaan. Di saat ia sedang jauh, keinginan untuk berhubungan intim kerap kali datang. Beberapa kali bisa saya tahan, tapi sering kali justru gemas karena tak bisa berbuat apa-apa. Ujung-ujungnya, ‘bermain sendiri’.

Banyak cara yang coba kami lakukan untuk mengatasi hal ini. Biasanya kami berhubungan seks secara intim sehari sebelum keberangkatan suami dengan durasi yang lebih lama dari biasanya. Tapi, jika kami sedang berjauhan, cara-cara ‘nakal’ bisa jadi bumbu pemanis, seperti mengirimkan foto seksi melalui WhatsApp. sex chat, atau video call jadi obat rindu buat kami.

Saya harus pintar menyiasati mengingat perbedaan  waktu di antara dua negara. Karena, ketika saya sudah santai di rumah pada malam hari dan ingin melakukan video call, suami justru sedang sibuk bekerja. Saya lebih suka melakukan sex chat, karena tidak ketahuan orang lain sehingga lebih bebas untuk menggoda suami lewat kata-kata nakal yang akan membuatnya penasaran.
 
Ivana 
Rutinitas Padamkan Gairah
Di awal pernikahan, kami begitu ekspresif dalam mencurahkan nafsu di ranjang. Tiap permainan seks pun terasa menyenangkan dan durasinya bisa bertahan lama. Namun, tiga tahun berselang, dinamika hubungan seks kami mengalami naik turun. Kadang-kadang  kami begitu bergairah, di lain waktu seks terasa monoton dan membosankan.

Karena tak mau kegiatan ranjang menjadi dingin, saya mencari cara untuk mengatasinya. Biasanya, ketika saya sedang menginginkannya, saya memancing suami dengan mengenakan pakaian yang terbuka. Rasanya seksi sekali menunggunya di tempat tidur dengan celana pendek dan tank top. Kalau sudah begitu, suami akan serta-merta merayu saya. Biasanya, dengan cara seperti ini acara bercinta kami jadi lebih panas karena dia tak ragu-ragu untuk mengeksplorasi posisi-posisi yang membuat saya nyaman. Dan, tanpa sadar saya pun jadi kian agresif, hahaha….
 
 
Dewi 
Rindu yang Jumbo
Ukuran kejantanan suami memang agak kecil dari ukuran rata-rata pria Indonesia. Saya, sih, tak mempermasalahkan hal tersebut, meski kata orang ukuran berkorelasi dengan kenikmatan. Tapi, suami yang selalu berusaha untuk memperbesar penisnya dengan berbagai cara. Dari pijat di dukun urut hingga pemakaian obat herbal yang saya sarankan, tapi hasilnya nihil.
           
Berdasarkan saran seorang sahabatnya, suami mencoba memakai semacam alat vakum. Harap-harap cemas, ternyata ukurannya memang benar bisa membesar. Ternyata benar kata orang, permainan seks kami pun terasa lebih menyenangkan. Namun, ternyata alat vakum tersebut hanya bisa membuat penis membesar selama 24 jam saja. Lebih dari itu, ukurannya akan kembali menyusut ke ukuran normal. Toh, kami sudah happy. Setidaknya, dengan alat vakum, penis bisa membesar sedikit saat sedang dibutuhkan.
Advertisement
           
Andari 
Kabur ke Luar Kota
Saya rasa, hampir semua pasangan yang sudah memiliki anak  mengalami kesulitan yang sama saat ingin berhubungan intim. Yaitu, mencari waktu yang tepat agar tak dipergoki buah hati. Saya punya dua anak, yang pertama berusia 12 tahun dan si bungsu berusia 6 tahun. Untuk bisa berhubungan intim, kami mengakali momen ketika kedua anak kami sedang pergi sekolah. Tapi, itu pun harus kami lakukan dengan sedikit terburu-buru.
           
Terkadang, suami tak puas jika harus berhubungan seks dalam durasi yang sebentar saja. Jadi, biasanya, sebulan sekali kami berdua akan beralasan untuk pergi ke luar kota untuk mengurusi bisnis kuliner yang saya jalani. Anak-anak akan kami titipkan kepada orang tua saya atau mertua selama 1-2 hari.
Walau hanya dilakukan sebulan sekali, ternyata ini jadi metode yang paling saya suka untuk meningkatkan gairan seks di antara kami berdua. Seakan-akan  tiap bulan  –-atau terkadang dilakukan  tiap dua minggu sekali jika suami sedang sangat bergairah-- kami pergi untuk bulan madu. Walau hanya di sekitar Jakarta, Bogor, atau Bandung,   ini bisa jadi cara ampuh untuk lebih menyegarkan hubungan seks kami.
 
Desi 
Pasangan Terlalu Pasif
Saya tipe wanita petualang yang agresif untuk urusan ranjang. Saya suka mencoba hal-hal baru saat bercinta. Sayangnya, pasangan saya tergolong pria yang pasif dan lebih menyukai gaya-gaya konvensional. Sehari-hari pun biasanya selalu saya yang memulai inisiatif untuk mengajaknya berhubungan intim atau menggodanya.
           
Gampang-gampang susah untuk membuatnya lebih berani bereksperimen. Di suatu waktu, ia sangat mudah untuk dipimpin melakukan apa pun yang saya inginkan untuk membuat saya mencapai orgasme yang hebat. Namun, saya juga berharap inisiatif itu datang dari dirinya sendiri tanpa harus saya minta. Ia hanya mengiyakan, dan mengikuti instruksi saya. Seakan-akan saya yang menjadi raja di ranjang, ha ha ha….
           
Beberapa kali saya memintanya untuk membaca majalah pria dewasa atau membuka situs-situs tertentu agar bisa membuatnya lebih agresif. Satu dua kali berhasil. Ia dengan malu-malu membuka ‘permainan’ dengan cara yang berbeda, yang sebelumnya tidak pernah ia lakukan. Bahkan di suatu waktu, ia pernah menyarankan sebuah gaya permainan yang melibatkan sex toy. Awalnya saya pikir jika menggunakan sex toy akan membosankan, tapi ternyata salah. Hubungan seks saat itu menjadi salah satu pengalaman yang saya nikmati. Semoga pengalaman seks kami berdua selanjutnya akan lebih bergairah dan lebih berwarna.
 
Devita
Kesulitan Meningkatkan Gairah
Saat sedang bercinta, libido kerap kali  drop di tengah-tengah permainan, sehingga gagal meraih orgasme. Pasangan saya selalu mempertanyakan, apa yang salah? Apakah ia yang kurang mahir mengeksplorasi posisi seks atau kemampuan penisnya yang membuat saya tak bisa mencapai orgasme? Padahal, tidak ada satu pun masalah dia. Saya hanya merasa sulit terangsang. Saya sempat ke dokter untuk mencari solusi. Disampaikan olehnya bahwa hormon sayalah yang membuat saya tak mudah bergairah. Hal ini membuat saya menjadi lebih aktif membaca artikel tentang seks, terutama tip-tip untuk meningkatkan libido.

Seorang teman menyarankan untuk mengonsumsi pil viagra khusus wanita yang saya dapatkan dari seorang teman yang tinggal di Amerika Serikat. Cukup efektif, karena hasrat saya bisa langsung terpancing. Namun, saya sempat khawatir karena ada isu bahwa viagra wanita ini memiliki efek samping negatif, sehingga saya pun beralih ke cara lain. Salah satunya adalah dengan mengonsumsi makanan afrodisiak. Selain itu, perhatian lebih dari pasangan, seperti sentuhan lembut pada titik-titik tertentu dan foreplay yang intens, ternyata bisa meningkatkan gairah seks saya beberapa bulan terakhir. (f) 

 


 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?