Foto: Fotosearch
Banyak penelitian menunjukkan gairah seks dapat menurun saat stres. Padahal selain stres, masih banyak faktor lain yang memengaruhi pasang surut gairah. Kenali semuanya agar acara bercinta nggak terhambat, yuk….
Pusiiing…
Pernah dengar penelitian yang bilang bahwa bercinta bisa menghilangkan sakit kepala? Yeah, right…. Rasanya penelitian itu nggak sepenuhnya benar. saat sakit, tubuh kita cenderung menyimpan tenaga untuk hal lain. Daripada bercinta, mendingan pilih tidur, kan?
Ndut, ndut…
Berat badan berlebih bisa berpengaruh pada kepekaan rangsangan di daerah organ intim. Akibatnya, proses lubrikasi ikut terganggu sehingga kita nggak bisa menikmati acara bercinta. Nggak hanya itu, tumpukan lemak di daerah paha, pinggul, maupun perut juga bikin kita sulit maneuver—jadi susah eksplorasi posisi!
Minus pede
Coba tanya ke si dia, apa yang disukainya dari tubuh kita. Pujian darinya pasti bikin kita lebih positif. Sst, memakai lingerie seksi juga bisa nge-boost rasa pede, tuh.
Penganut KB
Jika kita menggunakan kontrasepsi oral secara teratur, coba konsultasi ke dokter tentang efek samping yang mungkin muncul. Soalnya, nih, rata-rata kontrasepsi oral mengandung estrogen yang mampu meningkatkan produksi protein sex-hormone binding globulin (SHBG). SHBG bisa ‘menjerat’ testosterone, sehingga menurunkan gairah seks.
Selain kontrasepsi oral, obat penurun tekanan darah dan obat antidepresi juga menimbulkan efek serupa. Jadi, jangan sembarangan minum obat, ya….
Menu nggak sehat
Selain mencukupi kebutuhan gizi, makanan bernutrisi baik juga meningkatkan energy. Artinya, jika menu yang dikonsumsi minim gizi, minim pula energy yang tersedia untuk bercinta. Lagipula, nih, konon lemak tubuh menambah tingkat kesuburan. (f)
Amelia Yustiana
Topic
#bercinta