Foto: Fotosearch
Masih main-main
- Uangnya habis untuk membeli gadget terbaru atau otak-atik hobi otomotifnya. Intinya, nih, dia mengeluarkan uang secara impulsif.
- Saat teman yang sudah menikah bertengkar dengan pasangannya, si dia mencibir. Kesannya, nih, dia bersyukur nggak punya masalah rumah tangga seperti mereka.
- Fokus pada dirinya sendiri. Dua tahun mendatang, dia menargetkan untuk kuliah S2 di luar negeri tanpa menanyakan pendapat kita.
- Tetap ingin punya banyak waktu me time dan bersenang-senang. Hang out bersama teman-temannya adalah keharusan.
- Enggan diajak pergi ke kondangan atau bertemu keluarga kita. Ada saja alasan yang dikemukakannya, mulai dari mesti menemani nyokapnya hingga sakit perut.
Siap!
- Mulai investasi reksadana atau mencicil rumah. Dengan kata lain, dia sudah berpikir jauh ke depan.
- Lebih sering berkata ‘kita’ dibanding ‘aku’. Saat melihat ortu yang romantis meski sudah berusia paruh baya, misalnya, dia berharap kita dan dia bisa seperti mereka.
- Mengikutsertakan kita dalam rencana jangka panjangnya, seperti membicarakan konsep pernikahan impiannya.
- Tanpa perlu diminta, dia mengurangi waktu dengan sohibnya untuk bersama kita, misalnya masak bareng. Nggak esktrem, sih, tapi porsi untuk kita jadi lebih besar.
- Si dia bersedia main ke rumah dan berusaha mendekatkan dirinya pada keluarga kita. Di satu sisi, dia juga menyertakan kita ke acara-acara keluarganya. (f)
Topic
#faktapria