Foto: Fotosearch
1. Fokus
Matikan TV, ponsel, atau letakan buku atau majalah yang lagi kita baca. Singkirkan dulu benda atau kegiatan yang bisa mengganggu konsentrasi mendengarkan. Nggak perlu juga memikirkan omongan kita selanjutnya, nanti juga mengalir bersama obrolannya. Dengan begitu, kita bisa fokus pada omongannya.
2. Hadapi
Duduk langsung menghadapnya dan pertahankan kontak mata dengannya senyaman mungkin. Perhatikan bukan cuma omongannya, juga bagaimana si dia mengatakannya. Gerak-gerik atau bahasa tubuh biasanya lebih menunjukkan perhatian dibanding perkataan saja.
3. Respon
Jangan cuma manggut-manggut dan ngomong “iya..iya” aja. Ucapan seperti “bener?”, “masa?”, “menarik”, atau pertanyaan “apa yang terjadi setelahnya?”, “apa yang kamu lakukan lagi?” menunjukkan kita memang mendengarkan dia dengan seksama.
4. Refleksi
Artinya, kita mengungkapkan kembali apa yang dia ungkapkan. Misal, si dia baru adu mulut denga rekan kerjanya, katakan, “Sepertinya obrolan yang nggak asyik antara kalian.” Tapi, ingat, refleksi nggak sekadar mengulang ucapannya. Kita pun harus paham apa yang dia rasakan saat itu.
5. Empati
Jangan buru-buru ambil kesimpulan sendiri tentang masalahnya. Biarkan dia berbicara hingga selesai. Jangan lupa untuk menempatkan diri kita pada posisinya. Apa yang akan kita lakukan atau rasakan bila masalah tersebut menimpa kita sehingga nggak sembarangan menilai masalah orang. Meningkatkan kemampuan mendengar kita bisa membantu mempertahankan suatu hubungan. Good luck!(f)
Topic
#salahpengertian