Sex & Relationship
4 Tahap Patah Hati

23 Jun 2016


Foto: Fotosearch

Mau mutusin atau diputusin, yang namanya putus jelas nggak enak. Bagaimana pun, kita akan berpisah dengan orang yang pernah kita anggap spesial. Apalagi kalau ditambah kita masih cinta, bahkan berharap segera menikah dengannya—pedih!
 
Wajar aja emosi jadi nggak karuan. Sedih, kesal, marah, bahkan nggak sedikit yang berharap dunia kiamat saja—ngaku, deh! But life must go on…. Biar lebih cepat sembuh, berikut tahap-tahap mengobati patah hati….
 
Minggu 1
Teriak, nangis, marah, semua boleh!

Nggak usah sok tegar lalu mencoba melupakan kesedihan kita. Kembali menjalani hidup dengan normal memang penting, tapi nggak usah dipaksa untuk cepat pulih. Lebih baik lepaskan saja emosi kita. Kalau mau menangis, ya, nangis. Toh, seandainya kita bakal (sedikit) lebih lega. Gunakan waktu satu hari untuk mengeluarkan unek-unek. Ceritakna ke orang yang bisa dipercaya—jangan dengan mantan.
 
Minggu 2
Kumpulkan lalu simpan

Apa pun yang sudah lewat, biar saja berlalu, nggak perlu disayang-sayang lagi, termasuk barang-barang kenangan kita dan mantan. Simpan semuanya, bahkan jangan lagi mendengarkan music atau menonton film favoritnya. Bunakan waktu seminggu ini untuk mendetoks segala hal tentang mantan dari pikiran kita. Gunanya, agar kita nggak terpaku dengan masa lalu.
 
Advertisement
Minggu 3
Buka mata, buka telinga

Selama pacaran, pasti waktu kita habis untuk berduaan dengannya. Sekarang, saatnya manjain diri sendiri. bikin daftar hal-hal yang bisa kita jalani sendiri—tapi sama serunya. Misalnya, nih, menghabiskan weekend dengan menonton serial Korea atau film komedi romantic. Pergi window shopping atau berkunjung ke kos cowok tanpa harus minta izin.
 
Kumpulkan sahabat-sahabat kita, dan minta bantuan mereka mengevaluasi hubungan kita dan si dia. Minta mereka mengingatkan kita tentang kejelekan mantan sehingga kita jadi lebih rela putus, he he he…. Eits, tapi siapkan hati kalau ternyata kritik dari sahabat cukup banyak yang sadis.
 
Minggu 4
Sharing session

Kesannya sepele, tapi mendengar curhatan orang lain biasanya bikin kita merasa senasib. Iyalah… biasanya kalau mendengar ada orang yang bernasib sama—atau lebih parah—kita cenderung bersyukur, he he he. Paling nggak, kita bisa belajar dari pengalaman mereka.
 
Coba, deh, ajak sahabat bercerita soal mantan dan cara melupakannya. Jagnan hanya mendengar dari satu orang, tapi tanyakan ke beberapa teman sekaligus. Bisa saja selama ini kita nggak tahu, ternyata ada sahabat kita yang diselingkuhi atau pernah disakiti secara fisik oleh mantannya.
 
Kalau sudah begini, bandingkan dengan diri sendiri. sahabat saja sanggup melupakan mantannya, masa kita nggak bisa! (f)
 


Topic

#patahhati

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?