Shane Filan’s back
Apa kabar Shane?
Great! Senang banget bisa kembali ke Indonesia. Terakhir saya ke sini dua tahun lalu untuk konser Westlife. Kami sudah enam kali ke Indonesia karena banyak banget fans di sini, dibanding negara lain di Asia. Lots of great memories coming here… Yang utama, saya ternyata belum dilupakan. Bahkan mereka menunggu saya di bandara.
Sibuk banget, ya, setelah merilis single Everything To Me?
Ya, saya mengunjungi India, Filipina, dan Indonesia untuk mempromosikan diri sebagai penyanyi solo dan musik saya. Saya juga berkunjung ke tv dan majalah lokal, lalu menggelar showcase dengan lagu-lagu dari EP (extended play) saya sebelum meluncurkan album perdana bulan November nanti.
Gimana perasaannya kembali sebagai penyanyi solo?
It’s amazing. Semua kembali saya lakukan untuk pertama kalinya. Setelah Westlife bubar dan saya mengalami masalah finansial, jujur… saya merasa nervous. Saya punya istri dan tiga anak masih kecil yang harus saya jaga. Selama masih punya suara, ya, saya harus memulai lagi. Meski sudah menandatangani kontrak dengan Capitol Records dan Universal, tetap saja nggak ada jaminan sukses.
Cerita, dong, soal album You & Me …
Album ini benar-benar strong. Bulan Januari lalu, saya mulai menulis lagu dan mencari lagu yang oke untuk menyelesaikan album dalam 7-8 bulan. Label mengirim saya ke UK, Swedia, Nashville untuk mencari ‘jati diri saya’ sebagai penyanyi solo.
Mereka tahu saya menyukai musik country, folk, soul, dan pop. Jadi album saya ini kombinasi dari keempat jenis musik tersebut. Lagu-lagu di dalamnya sangat personal, positif, dengan up-tempo.
Album ini bercerita soal istri saya, Gillian, dan kehidupan saya secara umum. Bagaimana kehidupan bisa berbalik 180 derajat, tapi istri saya ada di sana and she held me. Dia menyadarkan saya tentang apa yang masih saya miliki di tengah-tengah ‘kekacauan’. Dia membuat saya tetap fokus untuk melalui keadaan tersebut.
Kebanyakan memang lagu di dalam album perdana saya berkisah tentang dia. How amazing my wife was, or how much I love her. Lagu When I Met You bercerita pada malam ketika saya bertemu istri saya bertahun-tahun yang lalu. Ada juga All You Need To Know, ini salah satu lagu favorit saya. It’s like the big ballad in the album! Lagi-lagi masih tentang cinta saya kepada dia. Rasanya album ini seperti menulis surat cinta, proses menulis lagu-lagunya sangat mudah.
Ada perbedaan nggak sekarang ke mana-mana sendiri?
It’s different of course. Tapi, setiap hari saya semakin terbiasa sendiri saja. Orang-orang sekarang mengenal saya sebagai Shane Filan saja, bukan lagi Shane Westlife.
Pernah terpikir nggak untuk memulai karier solo lebih cepat?
No! Dulu saat bersama Westlife pertanyaan ini juga sering muncul. Setiap tahun ada yang bertanya, ‘kapan album solo Shane keluar?’ Why do I wanna do solo album, I’m in Westlife! Namun, ketika Westlife bubar, butuh waktu lama bagi kami untuk membuat keputusan itu. Everyting has to come to an end eventually. Itu waktu yang sangat berat bagi kami semua. Apalagi saya masih ingin terus bernyanyi. Saya tahu begitu sendirian pasti akan sangat aneh….
Ada target berkaitan dengan album?
Saya nggak punya ekspektasi apa-apa. Yah… Westlife adalah salah satu band terbesar di dunia. Kami sempat sukses, tapi sekarang saya adalah Shane Filan. Saya cuma berusaha mencapai sukses lewat kerja keras dan pastinya sering bepergian untuk promo album nantinya. Looking forward to the next, maybe 12 months, to see where this goes. Sampai saat ini, sih, rasanya masih di arah yang benar.
Rencana kembali ke Indonesia?
Tahun depan. Mungkin sekitar bulan April-Mei saya akan bikin konser di Indonesia.
Sambil menunggu Shane kembali ke sini, jangan lupa tonton single Everything To Me di
http://youtu.be/v-xm8xs_LC0 yaaa... (AL, FOTO: DENNY HERLIYANSO, DPR)