Yap, kalau katanya akting yang bagus itu terlihat seperti nggak berakting, begitulah yang CC tangkap dalam konser ini. Sebab selain menunjukkan musikalitas yang makin matang, Raisa mengajak 5.000 penonton dan #YourRAISA, sebutan fans Raisa untuk mengenalnya lebih dalam lagi. Ia pun berhasil menciptakan keintiman dengan curhatan jujur sampai celetukan polos yang memancing tawa. Raisa berhasil memainkan karakternya sebagai pemeran utama.
Bahkan pemilik album Raisa & Heart to Heart ini sama sekali nggak menutupi rasa grogi. Justru ia selalu bercerita kepada penonton yang diajak untuk mengikuti gerakan penghilang deg-degan. Rasanya masih lucu melihat Raisa yang anggun dalam dress cantik mencontohkan gerakan tersebut.
Begitu juga saat ia menyapa beberapa musisi yang hadir. Mulai dari dua Diva Indonesia KD dan Titi Dj sampai Yovie Widianto dan Andi Rianto. "Ini, nih, yang bikin ngeri. Ditonton Mas Andi dan Mas Yovie. Apalagi aku mau nyanyi lagu galau ciptaan Mas Yovie dengan aransemen beda. Semoga suka ya," singkat Raisa yang langsung membawakan Mantan Terindah.
Diprotes Nyanyi Galau
"Aku sempat diprotes biar nggak nyanyi lagu galau lagi. Padahal, kan, cuma 93 persen, eh, 92 persen," curhat Raisa di tengah konser sambil tertawa.
Yap, di konser ini Raisa memang memancing, menyindir dan meledek penonton yang mendadak galau. Dari lagu Mantan Terindah, Terjebak Nostalgia, Apalah Arti Menunggu sampai LDR yang dibawakan bareng dua jebolan ajang nyanyi di televisi Mikha Angelo dari The Overtunes dan Mike Mohede. Kolaborasi lain juga dilakukan Raisa di lagu Let Me Be masih dengan Mike Mohede dan The Overtunes lewat medley lagu Jatuh Hati dengan Sayap Pelindungmu.
Sepanjang dua jam konser, Raisa yang sejak awal nggak mau tampil buka-bukaan tetap tampil memukau dengan tiga wardrobe. CC suka dengan gaun yang bikin Raisa seperti princess karya Sebastian Gunawan dengan visual mapping dari Isha Hening. Seperti saat ia menyanyikan dua lagu penyanyi favoritnya Brian McKnight 6,8,12 dan One Last Cry dengan visualisasi cantik bertabur bintang.
Raisa juga mendapat kejutan lewat 5.000 balon putih yang diterjunkan dari atas di tengah lagu Could It Be. Dengan wardrobe celana dan cape putih menjuntai, Raisa lebih leluasa wara-wiri di panggung. "Saya memang nggak bisa dance, tapi kalau goyang-goyangin badan aja, sih, bisa. Yuk, goyang bareng dan jangan ada yang jaim," timpalnya saat bawain lagu nge-beat Bye-bye dan Teka-teki.
Meski grogi, berkali-kali Raisa bilang nggak ingin kebersamaan dalam konser ini segera berakhir. Tapi Encore Apalah Arti Menunggu benar-benar menutup konser tunggalnya.
"Ini adalah mimpi saya sejak kecil. Saya akan mencatat ini dalam sejarah hidup saya. Sebagai tanda kita orang Indonesia sudah siap untuk musisi lokal jadi tuan rumah di negaranya sendiri," tutupnya.
Yay, congrats Yaya! Selamat bermimpi lebih besar lagi.
Novi Nadya
Foto: Dok. Alchemy Creative Communication