Celebrity
Quality, Not Size!

14 Oct 2013


Industri fashion kerap menjadi kritik dunia kesehatan karena banyaknya model yang bersaing untuk tampil langsing. Masalahnya langsing seakan nggak cukup bagi mereka, karena beberapa model malah berlomba memiliki tubuh sangat kurus. Yap, mereka boleh jadi terlihat segar di runway, namun di baliknya ada perjuangan mati-matian untuk mempertahankan tubuh kurus.


Tunda Lapar
April lalu, mantan editor majalah Vogue Australia, Kristie Clements, merilis bukunya yang berjudul The Vogue Factor. Beberapa fakta mengejutkan dipaparkannya dalam buku ini. Salah satunya adalah kebiasaan model runway yang jarang mengonsumsi makanan padat dan menunda lapar agar tetap bertubuh kurus.
    Nggak hanya itu, dalam wawancaranya dengan Entertainment Tonight, Kristie juga mengatakan jika diet tersebut masih kurang, model akan mengonsumsi obat diet. Lebih sedihnya lagi, Kristie pun pernah mendengar kabar para model yang memilih mengonsumsi tisu untuk membuat perut mereka terasa penuh sehingga menunda lapar.
    Akibatnya nggak sedikit model yang mengalami gangguan pola makan alias anoreksia. Demi mendapatkan tubuh berukuran nol, model mengabaikan bahayanya memiliki tubuh kurus minim gizi. Contohnya, Ana Resto, model asal Brasil, yang meninggal karena anoreksia, 2006 lalu. Jelas kejadian ini mengundang kecaman.

Larangan Vogue
Organisasi mode di Spanyol dan Italia mulai menetapkan larangan model berbadan sangat kurus dalam fahion show. Larangan diberlakukan karena banyaknya gadis-gadis muda yang meniru tindakan model yang mengalami gangguan makan. Peraturan ini pun diikuti AS dan negara Eropa lainnya. Salah satunya Israel yang menetapkan undang-undang yang melarang memerkerjakan model dengan indeks tubuh di bawah 18,5.
    Larangan pun datang pula dari Vogue. Tahun lalu, majalah mode itu menyatakan tidak memerkerjakan model yang terlalu muda dan kurus, dalam statementnya, too thin is no longer in.
    Menurut Condé Nast International—penerbit Vogue—menyatakan, 19 editor Vogue dari seluruh dunia membuat kesepakatan untuk menampilkan imej model yang sehat. Mereka juga meminta casting director mengecek biodata model saat pengambilan foto untuk fashion show dan iklan.
Advertisement

Dicari: Model Sehat
Dukungan untuk menampilkan model yang sehat nggak hanya dari Vogue. Sebelumnya, presiden the Council of Fashion Designers of America  (CFDA), Diane von Fürstenberg memberikan model health guidelines for fashion week pada para desainer. CDFA juga menyarankan agar desainer juga menyediakan makanan dan camilan sehat untuk model selama di belakang panggung.


Sehat Bikin Sukses

Keinginan menampilkan tubuh sehat nggak hanya datang dari Fashion Council di Amerika. Whulandary, salah satu model yang terlibat dalam Jakarta Fashion Week 2014 yang juga laris manis di catwalk mancanegara, mengaku makanan sehatlah yang mendukung menampilannya selama di runway.
    "Selama JFW saya dituntut bekerja seharian, makanya tubuh pun harus ditunjang makanan sehat. Saya memang diet tapi bukan mengurangi makan, melainkan menjaga pola makan dan jenis makanan yang diasup, misal nasi putih diganti jagung atau kentang yang merupakan karbohidrat kompleks."

Sehat dan proporsional jelas lebih enak dilihat, kan... (SM/SIPAPRESS)
    





 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?