“Saya pernah mengalami berbagai manipulasi gambar tubuh untuk berbagai alasan, seperti kebutuhan fotografer atau poster film. Saya pikir masalahnya bukan pada tubuh wanita, tapi pada fotografinya,” ujar Keira.
Foto topless Keira tersebut merupakan hasil jepretan fotografer fashion profesional asal Prancis Patrick, Demarchelier. Dalam foto itu Keira hanya mengenakan celana panjang hitam dan sarung tangan. Ini bukan pertama kalinya Keira tampil topless, tahun 2012 dia juga pernah tampil topless untuk majalah Allure—masih dengan misi yang sama. Keira sendiri mengaku nggak merasa risih dengan hasil fotonya.
“Ini jauh lebih mudah, sangat sederhana, walaupun Anda butuh keterampilan luar biasa untuk membuatnya terlihat tetap indah. Tapi masyarakat sekarang ‘terlalu fotografi’, mereka jadi semakin sulit menerima perbedaan bentuk tubuh dan memilih mengubahnya,” ujarnya.
Di Amerika, isu digital alteration tengah menjadi fokus perhatian. Beberapa LSM menganggap proses photoshopping terhadap sebuah foto diri dapat memberikan harapan yang tidak realistis, terutama untuk kalangan yang mudah dipengaruhi, anak-anak dan remaja.