Celebrity
Protes Topless Keira Knightley

13 Nov 2014

Aktris cantik asal Inggris, Keira Knightley, belum lama ini tampil topless dalam sebuah foto majalah, Interview. Ternyata hal itu dilakukan bukan tanpa sebab, melainkan bentuk protes dirinya melawan maraknya penggunaan digital editor foto alias photoshopping terhadap bentuk tubuh wanita, baik untuk kebutuhan fotografer atau komersial. Keira sendiri mengakui pernah beberapa kali menjadi korban photoshopping, misalnya saja saat syuting film King Arthur tahun 2004. Dalam proses produksinya, buah dada Keira sengaja diperbesar. Hal ini pun menimbulkan komentar miring dari publik.
    “Saya pernah mengalami berbagai manipulasi gambar tubuh untuk berbagai alasan, seperti kebutuhan fotografer atau poster film. Saya pikir masalahnya bukan pada tubuh wanita, tapi pada fotografinya,” ujar Keira.
    “Saat saya mendapat tawaran ini, saya langsung setuju, selama mereka nggak memanipulasi hasilnya. Karena foto ini membawa pesan penting ‘tidak masalah bagaimana pun bentuk tubuh Anda’,” jelas Keira.
    Foto topless Keira tersebut merupakan hasil jepretan fotografer fashion profesional asal Prancis Patrick, Demarchelier. Dalam foto itu Keira hanya mengenakan celana panjang hitam dan sarung tangan. Ini bukan pertama kalinya Keira tampil topless, tahun 2012 dia juga pernah tampil topless untuk majalah Allure—masih dengan misi yang sama. Keira sendiri mengaku nggak merasa risih dengan hasil fotonya.
    “Ini jauh lebih mudah, sangat sederhana, walaupun Anda butuh keterampilan luar biasa untuk membuatnya terlihat tetap indah. Tapi masyarakat sekarang ‘terlalu fotografi’, mereka jadi semakin sulit menerima perbedaan bentuk tubuh dan memilih mengubahnya,” ujarnya.
    Di Amerika, isu digital alteration tengah menjadi fokus perhatian. Beberapa LSM menganggap proses photoshopping terhadap sebuah foto diri dapat memberikan harapan yang tidak realistis, terutama untuk kalangan yang mudah dipengaruhi, anak-anak dan remaja. 

Advertisement








 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?