Bukannya mengeluh ataupun merasa terganggu karena sinyal handphone hilang selama dua minggu syuting ‘Sokola Rimba’, justru Prisia Nasution merasa senang. “Bukan hanya senang, tapi senang banget,” aku pemeran Butet Manurung ini antusias.
Kebahagiaan Prisia juga bukan karena bermain dengan sineas yang pro dibidangnya—Mira Lesmana dan Riri Riza, masuk ke di rimba Jambi tempat suku anak dalam tinggal membuat aktris yang juga memerankan Srintil dalam film ‘Sang Penari’ ini lebih memaknai apa arti hidup.
“Kalau di kota kekayaan adalah rumah dan mobil, di rimba sana hutan lebih berarti dibanding hal-hal yang kita anggap prestisius di kota. Makanya begitu saya kembali ke Jakarta rasanya seperti jet lag,” cerita Prisia antusias.
Prisia sendiri mengaku nggak kesulitan beradaptasi dengan orang-orang rimba, malahan menurutnya mereka sangat sopan dan senang tersenyum.
Bercerita soal tantangan memerankan tokoh Butet, buat Prisia sendiri ada tantangan tersendiri memerankan tokoh real dan fiktif. Secara orangnya masih ada, tentunya ada kegentaran buat Prisia, takut salah, “Tapi Kak Butet sudah menyerahkan ‘jiwanya’ ke saya kok, tinggal penonton yang melihat fisik ‘Butet’ Nasution tapi jiwa Butet Manurung,” tutupnya mantap. (ESP)