“Saya tahu paparazzi akan datang ke kehidupan saya. Tapi saya tidak tahu akan merasa cemas stiap kali saya membuka pintu rumah, atau dikejar 10 pria yang tidak saya kenal, atau dikelilingi orang, semua membuat saya takut dan merasakan adrenaline setiap hari,” ungkapnya dalam sebuah wawancara di peluncuran The Hunger Games: Mockingjay Part 1 di Los Angeles.
“Saat saya check in hotel dan membuka jendela, saya melihat sekumpulan paparazzi di luar mengarahkan lensa ke jendela kamar saya. Tapi saya nggak bisa mengusir mereka karena mereka ada di area publik dan mereka boleh memotret saya kapan saja karena saya milik publik.”
“Atau, ketika pintu lift terbuka dan semua orang terperangah, itu adalah perasaan terasingkan, dan saya memahami itu atau berusaha untuk memahami,” tambahnya.
Jen menilai jika hukum dibuat untuk melindungi paparazzi, wartawan, media, dan berita, maka harus ada ukuran yang dibenahi, karena ini adalah fenomena baru.
Melihat fenomena paparazzi yang semakin menjadi belakangan ini, Jen nggak mau hanya diam dan pasrah. Dia menginginkan terjun langsung untuk membuat perubahan dalam hukum.
“Saya yakin ini sesuatu yang akan saya kerjakan dengan keras untuk mengubahnya dan saya harap ini bisa terjadi sebelum saya mati: membuat menjadi ilegal membeli, mengunggah, atau menjual foto yang diperoleh secara ilegal,” jelas Jen.
Wah, semoga perjuangan Jen terwujud, ya!