Terakhir kali ke sini, kemacetan adalah hal yang paling berkesan. Plus, pertunjukan saya tentunya. Saya ingat betapa antusiasnya para penonton di tengah venue yang besar. Bahkan, saya masih ingat kalau saya memakai dress merah saat itu. Kali ini, saya terkesan pada para penonton yang hadir di acara musik di TV lokal Indonesia, di mana saya sempat tampil dua hari lalu. Baru kali ini penonton bernyanyi lebih keras dibandingkan saya—rasanya luar biasa.
Apakah Anda tertarik untuk menjelajahi tempat-tempat lain di Indonesia?
Mau banget. Tapi, waktu saya sangat singkat di sini. Kemarin saat libur, saya justru menghabiskan waktu dengan tidur selama 23 jam karena sudah seminggu tidak tidur. Andai ada waktu dan tidak lelah, pasti saya jalan-jalan.
Bagaimana cara Anda menjaga kondisi tubuh—mengingat Anda sering bepergian untuk tur?
Mungkin dengan tidur, ya, seperti kemarin, he he he. Kalau ada konser beruntun, saya nggak banyak omong demi menjaga kualitas suara. Plus, tidak mengonsumsi makanan pedas atau produk susu. Tapi, memang tidur yang cukup merupakan hal terpenting.
Ini merupakan Java Jazz pertama Anda. Apakah Anda tertarik untuk menciptakan lagu jazz?
Java Jazz sangat menarik karena banyak musisi jazz dari berbagai dunia yang tampil. Saya, sih, terbuka untuk musik berbagai genre. Tapi, saat ini saya sudah berencana untuk membuat album musik klasik seperti Frank Sinatra. Kalau untuk duet, saya sangat ingin melakukannya bersama Paul McCartney.
Nggak. Dulu saya bekerja sebagai pelayan di LA. Walau menulis lagu, saya nggak pernah tampil karena tidak berani—saya pemalu! Nggak pernah, tuh, saya main musik di depan orang lain. Suatu hari, teman saya mengirimkan lagu ke TV show. Dalam satu malam, hidup saya berubah.
Ini sudah terjadi lima tahun lalu namun rasanya seperti 15 tahun, he he he. Saya telah melakukan 15 tur dan memiliki dua album. Dulu nggak pernah bermimpi bisa menjadi penyanyi dan tur dunia.
Bisa berikan tip buat para wanita agar bisa sukses dan mengikuti jejak Anda?
Anda harus percaya diri kalau Anda bisa melakukan hal yang Anda inginkan.
Apa guilty pleasure Anda?
Saya, tuh, suka sekali menonton teater musikal seperti Broadway. Mungkin orang menganggap saya nerdy, tapi saya sangat menyukainya. Saya juga suka menonton film Disney seperti Frozen.
Setelah karier di musik tercapai, apa yang Anda harapkan selanjutnya?
Saya ingin punya rumah yang ada tamannya—semoga segera terwujud.