“Kami bukan contoh band yang kompak,” begitu pengakuan Duta, Eross, Adam dan Brian. Melepas Anton (2004) dan Sakti (2007) adalah momen paling berat dalam rentang 17 tahun perjalanan karier mereka.
Namun toh, mereka tetap digemari dan digilai penggemarnya. Memiliki fanbase yang setia—Sheila Gank adalah the most precious thing buat band asal Yogyakarta ini. “Kami nggak bisa meminta hal yang lebih baik lagi dari penggemar yang loyal,” kata mereka.
Meski belum mau membocorkan album ke -8 yang single Canggung-nya sudah sering didengar di setiap mereka perform, percakapan CC dengan Duta dkk ini tetap asyik kok untuk kita baca! Here they are….
Cita Cinta (CC): Apa kabar Sheila On 7, setelah live show marathon (25 Oktober di KL, 26 Oktober GenFest Tennis Indoor Senayan, 27 Oktober Bekasi dan 28 Oktober Lampung)? Gempor nggak?
Sheila On 7 (SO7): Hahaha…terus terang, ini pertama kali, empat hari berturut-turut di era kepala tiga. Apalagi sebelum acara tanggal 25 Oktober di Kuala Lumpur, rombongan datang dua hari lebih awal buat jalan-jalan bareng keluarga. Jadi selesai acara lebih banyak diisi dengan tidur hehehe…
CC: Apa yang menjadi pertimbangan Sheila On 7 ketika menerima tawaran manggung?
SO7: Pada dasarnya selama itu acara musik atau bagian acara musik yang ada kontak langsung antara band dan audience, kami akan berusaha untuk hadir.
CC: Sudah 17 tahun mengisi dunia musik Indonesia, bagaimana perasaannya? Bisa diceritakan momen terberat dalam 17 tahun berkarier?
SO7: Memang nggak terasa sudah 17 tahun. Senang dan bersyukur pastinya. Tidak banyak band yang bisa berumur panjang dan aktif. Momen paling berat adalah ketika kami harus kehilangan Anton dan Sakti dengan segala permasalahan yang ada. Kemudian ketika Brian masuk, bagaimana kesiapan Sheila On 7 menerima personel baru.
CC: Adakah perbedaan Sheila On 7 yang dulu (tahun 2000-an ketika sedang jaya-jayanya) dengan Sheila On 7 sekarang
SO7: Musik Sheila On 7 dipengaruhi oleh perkembangan umur, referensi skill personelnya dan tidak terpengaruh oleh popularitas atau tingkat kesuksesan. Apalagi yang main gitar masih Eross, main bass masih Adam, yang nyanyi masih Duta, drum juga Brian
CC: Pernah merasa jenuh menyanyikan lagu yang sama selama 17 tahun dan apa yang Sheila lakukan supaya tidak jenuh?
SO7: Rasa jenuh pasti datang, tapi sampai sekarang, sih, syukurnya selalu ada solusi untuk itu. Dari mengutak-atik song list, mengganti aransemen, membawakan lagu-lagu B-Sides dan bikin gimmick di beberapa lagu.
CC: Bagaimana Sheila memandang industri musik Indonesia sekarang ini?
SO7: Industri musik di Indonesia sedang kehilangan arah, terlihat jelas dari beberapa tahun terakhir, banyak perusahaan rekaman, studio rekaman, toko kaset dan CD collapse dan akhirnya bangkrut. Tetapi semangat untuk berkarya baik musisi senior maupun junior tetap tinggi. Sehingga ada beberapa teman yang mengistilahkan bahwa di Indonesia sudah tidak ada industri musik melainkan komunitas musik…hehehe…
CC: Bagaimana kiat Sheila menghadapi persaingan industri musik sekarang ini?
SO7: Sebenarnya sih, musisi itu akan selalu ditunggu performance-nya, jadi kami cari tahu bagaimana caranya selalu membuka peluang untuk manggung. Kami juga berusaha me-maintain hubungan baik dengan pendengar Sheila On 7 dengan mengatur fans club ( SheilaGank ), merchandising, dan tidak lupa selalu berkarya.
CC: Bisa cerita soal album kedelapan Sheila?
SO7: Belum bisa bicara banyak tentang album ke-8, yang pasti materi sudah siap, tinggal tunggu dari label saja.
CC: Lagu-lagu yang diciptakan Eross liriknya selalu sederhana tapi romantis dan ngena. Apakah kehidupan percintaan Eross juga jatuh bangun seperti di lagu-lagunya Sheila
SO7: Itu selalu menjadi misteri sampai ke personelnya juga. Tapi yang pasti inspirasi itu bisa dari mana saja. Bisa dari kami sendiri atau dari luar. Itu kata Eross...hehehe…
CC: Apa sih resep Sheila tetap awet seperti sekarang?
SO7: Sebenarnya Sheila On 7 bukan contoh band yang kompak. Keluar dua masuk satu. Kita tidak ingin mengalami hal seperti itu lagi. Pelajaran yang kita dapat di masa lalu adalah selalu berusaha membicarakan masalah yang ada seawal dan seterbuka mungkin.
CC: Brian adalah personel yang masuk belakangan. Pernah tidak Brian merasa ‘kurang populer’ dibanding personel Sheila yang lain?
SO7: Brian bukan drummer murahan yang masuk ke Sheila On 7 untuk mengejar popularitas. Semua berlangsung natural, dia adalah seseorang yang suka main musik, kemudian bertemu dengan kami yang suka bermain musik juga dan kebetulan posisi drummer-nya kosong. Ya, seperti itu saja….
CC: Bagaimana membangun basis fans yang begitu fanatik dan setia?
SO7: Fans itu tidak dibentuk, mereka tercipta oleh kemauan sendiri dan tulus. Perwakilan Sheila Gank di tiap kota yang sudah resmi maupun belum adalah orang-orang yang seperti itu yang rutin berkumpul dan membentuk komunitas kecil-kecilan. Ini selalu bikin kita takjub dan bersyukur. Kami tidak bisa meminta yang lebih baik lagi dari ini…
CC: The last question, seandainya Sheila On 7 tidak ada, kira-kira Duta, Eross, Adam dan Brian bakal bekerja sebagai apa ya?
SO7: Yah, apapun yang kita pilih sebagai karier, tentunya musik akan selalu menjadi hobi. (ESP/FOTO:IST)