“Saya nggak bisa buru-buru saat membaca skrip. Sayangnya, industri film Indonesia kadang mengabaikan hal-hal tersebut. Padahal setiap karakter memiliki metode berbeda,” tambah Bayu kembali.
Selain detil dalam menyelami skrip, Bayu juga berusaha untuk mendalami karakter dari peran yang dia mainkan. Dia bakal mempelajari apa yang dirasakan oleh karakter tersebut.
“Istilahnya, nih, saya hanya meminjam rasa dari karakter saat berakting. Makanya, agak heran, ketika ada aktor yang terlibat cinlok,” ujar cowok yang berperan sebagai Soekarno di film Soekarno: Indonesia Merdeka ini.
“Selama saya berakting, saya belum pernah mengalami cinlok. Bagi saya, adegan apapun, termasuk adegan di tempat tidur hanyalah akting. Saya hanya sedang berperan, nggak ada yang real,” tutup Bayu mengakhiri sesi interview dengan CC.
Ini nih, yang membedakan Bayu dengan aktor lainnya. Semoga semakin banyak, deh, prestasi Bayu di industri film Indonesia. (GIE/FOTO:DOK.CITACINTA)