“Jadi, bukan hanya para penonton saja yang susah melupakan AADC, saya sendiri sebagai pemain juga sulit move on dari AADC, sampai sekarang saya masih dipanggil Mamet he he he…” kata Denis sembari menambahkan sejak AADC dia mendapat tawaran untuk bermain film yang lain.
Ada banyak cerita menarik yang dibeberkan Denis seputar syuting film AADC belasan tahun lalu. Salah satunya adalah kisah cinta lokasi salah satu pemain yang kepincut dengan puisinya Rangga yang ditulis oleh Rako Prijanto.
“Saat itu kita sepakat kalau AADC sudah selesai sampai di situ saja, tidak usah diperpanjang lagi. Kalau diperpanjang malah tambah aneh. Bisa jadi ini yang membuat AADC masih dikenang sampai sekarang, ceritanya nggak lari karena dipaksa diperpanjang,” ujarnya lagi.
Denis juga menilai perkembangan film Indonesia semakin baik. Khususnya untuk genre romantis Denis menyarankan agar tema cerita jangan monoton bercerita di seputar kegalauan karena orang yang ditaksir cinta dengan yang lain.
“Kenapa nggak dibikin cerita, ketika orang yang kita taksir suka dengan yang lain ya udah kita ketemu dengan yang lain. Kalau yang lain nggak suka cari yang lain lagi, begitu terus deh. Intinya jangan alay deh, cinta nggak usah dibikin ribet!” tegasnya.