Jangan panik, dulu, mungkin saja kita butuh banyak makan karena aktivitas yang padat. Coba, deh jawab dulu pertanyaan berikut:
- Apakah kita nggak bisa lepas dari makanan ketika mengalami kondisi emosional yang tidak nyaman?
- Apakah kita menganggap makanan berkalori tinggi sebagai 'hadiah' setelah melalui masa sulit.
- Apakah kita merasa stres, marah, dan kesal ketika selesai makan?
- Apakah kita sering makan tanpa menyadari alasan kita makan? Misalnya baru makan siang namun keinginan untuk makan tetap ada walaupun kita nggak lapar.
Jika kita menjawab ya pada lima pertanyaan tadi, bisa jadi kita memang makan untuk mendapatkan rasa nyaman. Dan inilah 'cikal' emotional eater. CC