Health & Diet
Stres Kok, Malah Makan? (Part 1)

29 Aug 2012

Saat mengalami stres, kita bakal berusaha menekan dampak emosi yang nggak nyaman. Dan jika makan jadi usaha kita menekan stres, jangan-jangan kita termasuk emotional eater.

Emotional eater adalah perilaku makan yang ditampilkan individu sebagai reaksi atas perasaan negatif dari stres yang dialaminya. Jadi, kita makan bukan karena rasa lapar, tapi karena perasaan nggak nyaman akibat mengalami situasi yang tidak diinginkan.

Jangan panik, dulu, mungkin saja kita butuh banyak makan karena aktivitas yang padat. Coba, deh jawab dulu pertanyaan berikut:



Advertisement
- Apakah kita sering makan makanan berkalori tinggi?

- Apakah kita nggak bisa lepas dari makanan ketika mengalami kondisi emosional yang tidak nyaman?
- Apakah kita menganggap makanan berkalori tinggi sebagai 'hadiah' setelah melalui masa sulit.
- Apakah kita merasa stres, marah, dan kesal ketika selesai makan?
- Apakah kita sering makan tanpa menyadari alasan kita makan? Misalnya baru makan siang namun keinginan untuk makan tetap ada walaupun kita nggak lapar.

Jika kita menjawab ya pada lima pertanyaan tadi, bisa jadi kita memang makan untuk mendapatkan rasa nyaman. Dan inilah 'cikal' emotional eater. CC




 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?