Health & Diet
Sembuh Berkat Hewan (Part 1)

8 Jul 2012

Saat nggak enak badan, biasanya kita buru-buru minum obat atau periksa ke dokter langganan. Padahal, nih ada solusi lain untuk menyembuhkan penyakit dengan memanfaatkan hewan. Penasaran? Cek, yuk!

Berkah Lebah
Sengatan lebah yang dikenal dengan apiterapi, bisa mengobati berbagai penyakit. Mulai dari rematik, asam, asam lambung, sampai stroke. Terapi yang berasal dari Tiongkok ini cuma memanfaatkan bisa, madu, serta larva lebah.

Bisa lebah mengandung asam amino dan puluhan enzim yang berfungsi sebagai anti radang, anti jamur, dan anti bakteri. Air liur lebah dapat mempercepat proses penyembuhan luka, mengurangi kadar kolesterol, plus mengencangkan kulit.

Agar terapi berjalan efektif, kita disarankan untuk mengonsumsi madu yang dapat mempercepat proses metabolisme tubuh. Madu juga membentuk jaringan tubuh seperti tulang, gigi, rambut dan sel kulit baru.

Sementara itu, sakit kepala biasanya bisa sembuh setelah dua kali terapi. Sedangkan keadaan pasien stroke baru membaik setelah ikut enam kali terapi.
Advertisement

Pijitan Ular
Jika membayangkan ulat bakal melilit tubuh kita plus mematuk, segera buang khayalan itu jauh-jauh. Ular yang digunakan pada terapi ular sudah bersahabat, kok. Berasal dari California dan Florida, ular yang dipakai terdiri atas beberapa ukuran.

Pijatan ringan menggunakan ular kecil, sedangkan untuk masalah otot yang beraksi adalah ular berukuran sedang dan besar. Saat terapi, ular diletakkan di atas punggung dan merayap seolah melakukan pijatan. Petugas spa akan menjaga dan memastikan ular tak bergerak ke mana-mana.

Kuda Perkasa
Umumnya kuda dikenal sebagai sarana transportasi penarik delman atau untuk berolahraga. Padahal, nih di dunia medis, si kaki empat ini bisa dimanfaatkan untuk terapi bagi penderita autis.

Maklum, menunggang kuda, dapat mengasah konsentrasi, keseimbangan, kepekaan dan pengendalian emosi.Hasilnya, penderita autis pun bisa melatih komunikasi. Kesibukan mereka di dunianya sendiri akan berkurang. Untuk merasakan dampak positifnya, penderita autis sebaiknya menunggang kuda minimal 40 jam secara berkala. CC



 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?