Biasanya, temperatur tubuh dan hormon mengalami level puncak pada pukul 18.00. Nah, jika kita berolahraga satu jam setelah itu, daya tahan tubuh yang kita dapat lebih maksimal, tuh.
Isi perut
Jangan sampai berolahraga dalam keadaan perut kosong. Jika yang kita makan mengandung protein, serat, dan lemak, tunggu hingga empat jam sebelum berolahraga. Tapi jika kita hanya makan makanan ringan, seperti buah-buahan atau biskuit, kita hanya perlu menunggu dua jam sebelum berolahraga.
Wajib pemanasan
Jika belum terbiasa berolahraga, maka wajib pemanasan. Soalnya, kalau kita memforsir tubuh untuk berolahraga, bisa timbul ‘kejutan-kejutan’ yang memengaruhi jantung.
Jaga jarak
Yap! Kita harus menjaga jarak antara waktu berolahraga dengan waktu tidur. Soalnya, setelah berolahraga, suhu tubuh kita naik dan badan menjadi lebih segar. Bagi yang belum terbiasa berolahraga malam, butuh waktu sekitar 2 jam sampai rasa rileks yang bikin kita mengantuk datang. Makanya, atur waktu olahraga paling tidak 3 jam sebelum waktu tidur normal.
Better indoor workout
Olahraga malam lebih baik dilakukan di dalam ruangan, misalnya berlatih di pusat kebugaran a.k.a fitness center. Selain karena angin malam kurang baik untuk kesehatan, kadar karbon dioksida di malam hari jauh lebih besar. Kalau sedang malas keluar rumah, kita bisa berolahraga dari depan TV. Putar saja video senam dan tinggal mengikuti gerakannya.
Satu jam saja!
Nggak perlu butuh waktu lama untuk berolahraga, apalagi bagi yang belum terbiasa melakukannya di malam hari. Satu jam saja sudah bisa memberi efek bagus, kok. Baru, deh, setelah terbiasa, durasi olahraga bisa kita tingkatkan. (FAI/FEMINAGROUP)