2. Hindari gorengan yang sangat sering disajikan di warung pinggir jalan, seperti pecel ayam, nasi goreng, mi goreng, dan teman-temannya. Anda bisa menyantap menu-menu itu sekali seminggu, tapi selebihnya pilih menu yang dimasak dengan rebus atau tumis. Contoh: capcai, siomay atau bakso. Jika memungkinkan minta pedagang menambah porsi sayuran ke dalam makanan agar kita mendapat serat.
3. Kebanyakan karbohidrat adalah kebiasaan buruk menu orang Indonesia. Kita senang menyantap nasi goreng di pagi hari, nasi rames di siang hari dan malam. Padahal tubuh membutuhkan setidaknya 45 gram protein per hari. Nah, pastikan kita mendapat asupan ikan, telur, susu, keju, atau sumber protein lainnya dalam jumlah cukup ya, yaitu sebanyak 2-3 kali porsi ikan sedang per harinya. Memperbanyak protein dan mengurangi karbohidrat juga merupakan cara tepat untuk menurunkan berat badan, tuh!
4. Di usia 20an otot dan hati kita memerlukan mineral yang disebut dengan potassium. Namun pada kenyataannya kita hanya mendapat setengah dari kebutuhan mineral ini. Karenanya penting banget mengonsumsi buah-buahan setiap hari. Apel, pisang dan yogurt adalah contoh sumber pottasium.
5. Nggak bisa dipungkiri godaan ngemil memang sangat besar di usia ini. Tapi kita harus memilih snack yang tepat agar tubuh tetap fit untuk kesibukan yang menggunung. Siapkan, deh, dalam kulkas atau laci meja kerja snack yang mengandung kedelai, kacang-kacangan, kismis, sereal gandum, atau dark chocolate untuk menemani sore pada jam-jam ngeteh. Camilan ini baik untuk tubuh kita.
6. Patah hati, bos cerewet, tinggal jauh dari keluarga bisa membuat kita rentan stres dan depresi. Kita butuh banget hormon serotonin bekerja maksimal dalam tubuh untuk mengatasi kondisi emosi memburuk. Dapatkan, deh, dari lemak Omega 3 yang banyak terdapat dalam ikan salmon, tuna, atau kacang.