Health & Diet
Alasan Penting Membaca Buku

17 Oct 2013


Banyak di antara kita yang enggan membaca buku—biasanya, sih, karena malas duluan melihat jumlah halamannya yang tebal. Padahal, nih, kegiatan ini nggak cuma memberi hiburan, tapi juga dapat memperkuat kemampuan kita untuk membaca pikiran orang lain seperti yang diungkapkan jurnal Science. Nggak cuma itu manfaat membaca. Berikut lima di antaranya:


Melepaskan stres
Merasa tertekan? Penelitian Mindlab International di University of Sussex menunjukkan kalau membaca merupakan cara yang paling efektif untuk mengatasi stres, mengalahkan terapi mendengarkan musik atau minum teh. Soalnya, nih, menurut peneliti Dr. David Lewis, kita bisa melupakan kecemasan di dunia nyata dengan menelusuri kisah imajinasi penulis,

Mempertajam otak
Kebiasaan membaca bisa membuat kita nggak mudah pikun di hari tua seperti yang diungkapkan jurnal Neurology. Penelitian ini melibatkan 294 responden. Ternyata, nih, mereka yang hobi membaca memiliki ingatan yang tajam dibandingkan mereka yang jarang melakukannya. Maklum, membaca dapat melatih daya ingat kita.
Advertisement

Tidur lebih nyenyak

Banyak ahli tidur merekomendasikan kita untuk melakukan kegiatan yang menenangkan pikiran sekaligus membuat tubuh rileks menjelang tidur, salah satunya dengan membaca. Ini lebih dianjurkan daripada bermain laptop atau otak-atik ponsel. Alasannya, cahaya terang dari alat elektronik justru membuat otak kita terjaga.

Lebih berempati
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal PLOS ONE menyebutkan kalau membuat diri kita ‘tersesat’ di suatu cerita fiksi akan menumbuhkan rasa empati kita. Semakin kita terbawa suasana terhadap ceritanya, makin besarlah empati yang tumbuh.

Mengurangi depresi
Yap, khususnya jika kita membaca self-help books. Masih berdasarkan penelitian PLOS ONE, terapi dengan membaca buku self-help disertai sesi konseling akan jauh lebih efektif bagi pasien yang depresi dibandingkan pasien yang menerima pengobatan standar. Campur tangan orang lain yang lebih sedikit—digantikan dengan bacaan—ternyata bikin pasien lebih mudah menerima keadaan mereka. (VIN/DOK.FEMINAGROUP)



 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?