Salah Pilih Sarapan
Sarapan sangat penting. Tapi, hati-hati dalam pemilihan menunya. Salah pilih sarapan akan berimbas pada pola makan seharian. Sebaiknya cari menu yang kaya protein untuk sarapan yang efektif mencegah kita terlalu banyak ngemil atau menginginkan makanan berlemak seharian.
Kurang Tidur
Coba cek frekuensi tidur semalam. Kalau ternyata kurang dari lima jam, pantas saja kita akan merasa lapar saat bangun tidur. Soalnya kurang tidur meningkatkan kerja hormon gherlin yang bisa menyebabkan rasa lapar saat kita terbangun keesokan harinya. Parahnya, saat kita sangat lapar karena kurang tidur, kita jadi lebih tertarik pada makanan kaya karbohidrat.
Lagi PMS
Kehausan
Kehausan dan dehidrasi membuat tubuh jadi lelah dan malas. Tubuh akan menangkap sinyal ini sebagai kekurangan energi sehingga kita justru mencari kalori untuk dikonsumsi—padahal sebenarnya, sih, kita sedang kehausan. Oleh karena itu, para ahli kesehatan menyarankan agara kita meminum segelas air dulu saat merasa kelaparan. Kalau memang masih lapar setelah menunggu beberapa saat, berarti kita memang membutuhkan makanan, tuh.
Bosan
Yap, bosan juga bisa membuat kita selalu merasa lapar dan malas. Saat bosan, kinerja dopamine, yaitu hormon yang memicu perasaan bahagia mulai menurun. Otak jadi mencari cara untuk memicu dopamine bekerja lewat makanan. Nah, jika kita bosan dan merasa lapar, lebih baik segera cari alternatif lain, misalnya mendengarkan musik atau membaca buku.
Stres
Saat stres, nih, detak jantung dan kinerja otot bakal meningkat. Kita seakan sudah mengeluarkan energi besar padahal, sih, hanya pengaruh otak yang sedang tertekan. Tubuh pun siap mencari makanan untuk mengisi ulang energi buat mengolah stress itu. Dengan kata lain, stres bisa membangkitkan nafsu makan dan membuat kita jadi merasa ingin makan makanan berlemak dan manis. (GIE/FOTOSEARCH)