Health & Diet
6 Kebiasaan Salah saat Berolahraga

4 Aug 2015

Demi punya tubuh bugar, berbentuk, dan langsing, Anda rutin berolahraga. Pokoknya sebisa mungkin Anda nggak absen setiap minggu. Bela-belain, deh, mengeluarkan kocek lebih untuk menjadi member di gym asalkan berat badan idaman didapat. Tapi kesalnya, serutin apa pun Anda olahraga, berat badan nggak kunjung berkurang, bahkan malah naik. Sebelum membanting timbangan, cek dulu kebiasaan Anda berolahraga, mungkin ada yang salah...

Hanya kardio
Olahraga kardio hanya melatih jantung Anda dan efektif mengurangi berat badan, namun nggak membentuk tubuh serta mengencangkan otot. Jika tujuan Anda berolahraga adalah mengencangkan tubuh, tambahkan angkat beban dalam sesi latihan. Angkat beban akan membakar lemak di tubuh Anda dan meningkatkan massa otot sehingga tubuh bebas kendur.

Kurang kardio
Sebaliknya hanya melakukan angkat beban--seperti freeletics, yoga--tanpa olahraga kardio (seperti lari, renang, bersepeda) nggak akan membuat berat Anda turun, malah bisa jadi naik. Bedanya, bagian tubuh yang kendur menjadi kencang dan massa otot meningkat. Naiknya massa otot menyebabkan berat badan ikut naik. Untuk mengimbanginya, gunakan kardio sebagai pemanasan sebelum angkat beban.

Nggak ada peningkatan
Jika setiap kali berolahraga pastikan ada peningkatannya, karena beban yang sama membuat tubuh mudah beradaptasi dan nggak ada lemak yang terkikis. Misal, jangan selalu menggunakan beban 1 kg setiap kali angkat beban. Beri tantangan pada tubuh, jika hari ini hanya 1 kg, berarti besok harus 3 kg. Hal ini bermanfaat melatih metabolisme.

Advertisement
Kurang tenaga
Akibat merasa lelah, Anda bergerak seenaknya selama berolahraga, yang penting gerakannya sesuai. Padahal bergerak tanpa tenaga nggak akan membuat otot kencang dan membuat tubuh berkeringat. Hasilnya Anda malah tambah capek tanpa ada kalori yang terbakar. Pastikan Anda fokus dan melakukan setiap gerakan dengan penuh tenaga.

Nggak menggunakan sepatu yang tepat
Gunakan sepatu sesuai dengan  jenis olahraga yang Anda lakukan. Misal, untuk kegiatan outdoor, gunakan sepatu lari, sementar untuk nge-gym, gunakan sepatu training. Jangan menggunakan sepatu sneakers untuk olahraga, karena sol sepatunya kurang empuk dan membuat Anda kurang nyaman. Sepatu yang pas jika solnya memberi daya lenting, fleksibel, dan kembali ke bentuk semula saat kaki kembali ke permukaan tanah setelah berlari atau berlatih.

Makan sebelum olahraga
Anda melakukan ini dengan harapan kalori yang Anda konsumsi sebelumnya akan terbakar dengan olahraga. Padahal jika Anda makan seperti biasa, yaitu tiga kali sehari, olahraga justru lebih efektif untuk membakar seluruh kalori yang ada di tubuh. Sementara jika Anda makan sebelum olahraga, yang terbakar hanya kalori yang baur saja Anda makan. Hasilnya berat badan, ya, segitunya saja.





 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?