Cewek mana, sih, yang nggak mau memiliki tubuh langsing? Untuk mencapainya, kita pun rela melakukan diet. Sebenarnya sah-sah saja, sih. Asalkan, nih, nggak lebay. Berikut tanda-tandanya jika kita sudah terobsesi ….
Jarang diajak makan
Jika rekan kerja nggak mengajak kita makan siang bersama, atau teman hangout kita selalu ngajak ketemuan di luar jam makan, kemungkinan besar mereka menganggap kita nggak tertarik untuk isi perut. Kok, bisa? Sepertinya selama ini kita terlalu sering mengungkapkan kalau kita rela nggak makan demi memiliki perut rata. Akibatnya, jarang dapat undangan makan, deh….
Perusak selera
Coba, deh, cek, apakah kita pernah membuat nafsu makan orang berkurang. Misalnya, saat teman lagi asyik-asyiknya makan waffle, kita memberitahukan jumlah kalori yang dikandungnya. Sesekali bisa dimaklumin. Tapi kalau terus menerus?
Dicuekkan
Nggak semua orang ingin tahu makanan apa yang berlemak tinggi, pukul berapa kita sebaiknya makan malam, dan hal lainnya yang terkait diet. Jadi, hindari bersikap seperti penyebar aliran sesat, hehehe. Kecuali mereka bertanya, kita nggak perlu memberikan banyak tip.
Selalu tentang diet
Sepanjang hari kita selalu ingin membicarakan topik makanan dan tubuh. Di luar itu, nggak menarik! Jika seperti ini, kita hanya bisa bicara dengan tembok, tuh. Lawan bicara kita pasti bosan, kan, membahas diet mulu.
Teman sungkan makan
Maksudnya, nih, teman atau keluarga kita jadi ragu untuk makan di dekat kita. Apalagi jika kita selama ini menggembor-gemborkan perlunya punya tubuh selangsing Miranda Kerr. Wajar jika mereka makan sembunyi-sembunyi karena takut kita memberikan penilaian terhadap cara makan mereka. (VIN/FOTO:FOTOSEARCH)