Health & Diet
5 Penyebab Tumit Kasar

2 Sep 2014

Anda boleh bangga memiliki kaki yang jenjang atau betis mulus, tapi begitu melirik area telapak kaki, wah, malu banget! Pasalnya tumit kaki cenderung kasar dan pecah-pecah, akibatnya kulit jadi perih dan mudah luka. Berbagai cara sudah dilakukan seperti pedicure atau mengoleskan pelembap di tumit Anda meski hasilnya nihil. Hindari beberapa penyebab ini jika ingin tumit yang jauh lebih halus.

High heels
Betul, terlalu sering mengenakan sepatu bertumit tinggi membuat tumit tertekan sehingga membuat kulit tumit mengeras dan mudah retak. Imbangi pemakaiannya dengan sepatu bertumit datar agar tumit nggak mudah pecah.

Ruangan ber-AC
Suhu dingin menyebabkan kulit dehidrasi hingga kering dan mengelupas. Jika Anda jarang mengenakan sepatu tertutup saat berada di ruangan ber-AC, kulit akan semakin kering. Saat istirahat kerja biasakan menikmati udara segar di ruang terbuka agar kulit kaki Anda juga bernapas.

Mandi air hangat
Memang, sih, mandi air hangat, tuh, nyaman dan menyehatkan, namun jangan dilakukan setiap hari. Mandi dengan air dingin saja sudah mengurangi kelembapan kulit sehingga kulit menjadi kering, sementara mandi air hangat membuat kulit kehilangan kelembapan dua kali lebih banyak.

Advertisement
Paparan sabun
Iya, sih, enaknya memang mandi dengan sabun tanpa pelembap--seperti sabun kesehatan--karena kulit terasa lebih kesat dan bersih sesudahnya. Sayangnya sabun jenis ini membuat kulit mudah keriput. Lebih amannya gunakan sabun yang berbeda untuk kaki, dan biasakan menggunakan sabun berpelembap untuk membersihkan area tumit Anda.

Pertambahan usia
Begitu usia Anda memasuki akhir 20-an, regenerasi sel kulit melambat. Akibatnya sel kulit mati kadang bertumpuk di permukaan kulit sehingga membuat kulit menebal dan kasar. Cobalah untuk lebih sering pedicure (1-2 bulan sekali) untuk membersihkannya dan oleskan pelembap menjelang tidur untuk merangsang regenerasi sel kulit Anda.

Saparinah Mumpuni
Foto: Fotosearch





 


MORE ARTICLE

polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?