Jika berat tubuh turun drastis, biasanya kita sulit untuk membiasakan diri. Maklum, jika sebelumnya kita melihat lemak di mana-mana, kini kita melihat leher jenjang. Tanpa disadari, kita masih suka merasa kurang percaya diri. Mulailah tumbuhkan kepercayaan diri—bahkan meski berat kita sedikit naik, he he he.
Hubungan berubah
Hubungan kita dan orang-orang terdekat mungkin berubah. Dulu, kita asyik-asyik aja saat teman mengajak kita untuk membeli voucher makan di situs daily deals. Sekarang, kita malah menghindari acara makan-makan. Di satu sisi, kita jadi lebih hemat. Tapi, di sisi lain, waktu kita untuk ngumpul dengan orang terdekat jadi berkurang. Meski diet, tetaplah hang out dengan mereka dan pilih menu sehat.
Modal lebih
Berkurangnya berat tubuh mau nggak mau membuat kita harus menambah koleksi baju. Maklum, baju-baju lama jadi kedodoran. Artinya, nih, kita pun harus mengeluarkan uang untuk baju baru yang pas di tubuh. Kalau nggak mau bangkrut, akali beberapa stok baju—seperti jahit ulang atau gunting untuk memperoleh ukuran baju yang pas.
Anggapan negatif
‘Wah, dia pasti sedot lemak!’ Bisa saja orang berpikir demikian jika berat tubuh kita berkurang drastis. Padahal, sih, diet teratur dan olahraga. Kunci menghadapinya: jangan dimasukkan ke hati—kalau perlu, nih, ajak mereka olahraga bareng untuk melihat komitmen kita. Plus, tetaplah berpikiran positif!