US Department of Health and Human Services mengungkapkan kalau orang yang latihan 30-60 menit per hari sebanyak tiga hingga lima kali seminggu akan memperoleh mental yang lebih sehat. Olahraga 30 menit sekaligus dianggap lebih efektif daripada olahraga dipecah menjadi tiga sesi kali 10 menit.
Outdoor ceria
Dibandingkan di dalam ruangan, olahraga di luar ruangan memiliki beberapa kelebihan, yaitu membuat Anda lebih berenergi dan penuh semangat, plus mengurangi ketegangan, rasa marah, dan depresi.
Variasi menyenangkan
Jangan ragu menukar aktivitas olahraga indoor menjadi outdoor. Misalnya berenang di laut, main badminton di depan rumah, atau mengikuti kelas yoga maupun pilates di taman.
Mood bertahan lama
Peneliti di University of Vermont menunjukkan kalau mood bagus setelah 20 menit berolahraga bisa bertahan hingga 12 jam. Happy terus sampai bangun tidur, nih, jika Anda berolahraga di sore atau malam hari!
Bikin pede
Aktif secara fisik nggak cuma meningkatkan daya tahan fisik, tapi juga kepercayaan diri. Untuk mendapat keuntungan lebih maksimal, tetapkan target yang akan membuat Anda merasa puas saat mencapainya.
Efek positif menonton
Yap, menurut penelitian terbaru, menonton serial drama favorit saat melakukan cardio ternyata dapat membuat latihan terasa lebih ringan. Penyebabnya, pikiran Anda terbagi pada drama dan latihan.
Musik penyelamat
Mood menjadi lebih baik hingga 15% jika mendengarkan musik saat berolahraga. Ini nggak hanya berlaku pada orang yang melakukan kardio, tapi juga bagi mereka yang menggunakan alat olahraga lainnya.
Intensitas pas
Penelitian di Rutgers University mengungkapkan kalau latihan kekuatan intensitas sedang dapat membuat orang lebih happy dibandingkan dengan latihan kekuatan intensitas rendah dan tinggi.
Pengusir bad mood
Seringnya seseorang berolahraga saat mood sedang baik. Namun faktanya, olahraga memberikan efek positif yang lebih dahsyat ketika Anda melakukannya saat mood jelek.
Ajang sosialiasi
Banyak faktor agar makin semangat berolahraga. Misalnya, Anda menyukai jenis olahraganya, menguasai gerakannya, atau ada teman. Jika cara ini efektif, kenapa nggak dipraktikkan lebih sering?