Health & Diet
5 Manfaat Berjalan Tanpa Alas Kaki

22 Jan 2016

Nggak sulit memperoleh tubuh sehat. Salah satunya, dengan berjalan tanpa alas kaki. Selain mudah dilakukan, nggak perlu mengeluarkan biaya pula. Bisa dijajal, nih, setidaknya lima menit sehari. Namun, pilih lokasi yang enak untuk jalan, ya, misalnya di perkarangan rumah atau taman kota. Setelah itu, rasakan manfaatnya sebagai berikut….
 

Menurunkan Risiko Penyakit Jantung
Penelitian yang diungkapkan di The Journal of Alternative and Complementary Medicine mengungkapkan kalau berjalan tanpa alas kaki dapat meningkatkan sirkulasi sel darah merah. Ini penting untuk menghindari penggumpalan darah yang dapat memicu penyakit jantung.
 
Refleksi Kaki
Banyak saraf pada kaki yang terhubung ke seluruh tubuh. Saat berjalan telanjang kaki, Anda akan menginjak benda-benda tumpul yang dapat menekan syaraf sehingga membantu melancarkan sirkulasi darah.
 
Mengurangi Insomnia
Advertisement
Menurut Journal of Foot and Ankle Research, berjalan tanpa alas kaki dapat memperbaiki kualitas tidur dan terbukti ampuh mengurangi insomnia. Nggak hanya itu, berjalan tanpa alas kaki ternyata efektif mengurangi stres dan depresi yang membuat seseorang insomnia.
 
Menjaga Postur Tubuh
Otot kaki sebenarnya jadi lebih lemah karena sepatu dan permukaannya yang lembut. Hasilnya, otot-otot tubuh lainnya yang bekerja. Ini bisa mengakibatkan perubahan postur tubuh yang ditandai dengan sakit punggung, sakit leher, bahkan sakit lutut. Ketika mulai berjalan tanpa alas kaki, Anda akan memperkuat pergelangan kaki maupun jari kaki yang menyeimbangkan postur tubuh.
 
Menangkal Radikal Bebas
Banyak penelitian yang menyebutkan bahwa antioksidan yang terkandung pada tumbuhan sebenarnya berasal dari bumi. Artinya, muatan ion negatif yang terkandung dalam bumi dapat menjadi antioksidan yang efektif menangkal radikal bebas pada tubuh. Ion negatif ini juga dapat menyembuhkan peradangan dalam tubuh dan mencegah penyakit jantung.
 
Hartika Arbiyanti
Foto: Fotosearch
 


 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?