Kayu manis lebih menguatkan rasa tanpa menambah kalori. Coba, deh, pada kopi atau oatmeal.
2. Sparkling water daripada soda
Sedang ingin minuman berkarbonasi? Katakan selamat tinggal pada minuman bersoda yang memiliki kandungan fruktosa tinggi. Ganti dengan sparkling water. Supaya lebih ada rasa, tambahkan potongan lemon atau vanilla.
3. Oatmeal daripada sereal
Satu mangkuk sereal mengandung gula tinggi. Apalagi sering kita menyantap sereal lebih dari satu mangkuk. Ganti dengan oatmeal yang lebih banyak mengandung serat.
4. Makan besar tiga kali sehari daripada mengemil
Kesibukan kerja sering membuat kita melupakan makan siang. Akibatnya malah membuat kita cepat lelah dan kelaparan. Kita juga akan kehilangan nutrisi penting. Makan sesuai waktunya, tiga kali sehari, menghindari keinginan mengemil.
5. Alpukat daripada mentega
Nikmati roti dengan alpukat daripada mentega. Tambahkan sedikit garam dan potongan tomat ketika menikmatinya sebagai snack.
6. Kunyah lambat daripada cepat-cepat
7. Makan di Meja daripada Depan TV
Bisa-bisa kita makan berlebihan sambil menyaksikan acara televisi. Jadi, hindari dulu multitasking dan fokus menikmati makanan di meja makan.
8. Telur rebus matang daripada telur mata sapi
Karena telur mata sapi mengandung minyak yang digunakan untuk menggorengnya.
9 Sumpit daripada garpu
Ketika menikmati mie atau kwetiau, gunakan sumpit. Memang sedikit ‘menantang’ sebab sulit diangkat atau hanya terangkat sedikit-sedikit. Namun hal ini dapat menghentikan kita dari makan dalam jumlah banyak.
10. Tidur daripada minuman energi
Mungkin kita sudah tidak tahan dengan kantuk, tapi masih banyak tugas yang harus dikerjakan. Untuk menahan kantuk, minum energi sering jadi pilihan. Hanya saja, kandungan gulanya sama banyak dengan enam potong donat. Lebih baik, istirahat sebentar. Tubuh lebih segar, bebas kalori pula.
Meiranie Nurtaeni
Foto: Fotosearch