Reviews
Supergirl: Petualangan Antarbintang Sang Anti-Hero

24 Jun 2026

Supergirl dan Krem, penjahat kejam yang hobi makan
Cerita tentang Ruthye mirip alur film True Grit versi luar angkasa
Pasukan Brigand, perompak dan pedagang manusia antarbintang
Dunia sekeliling Kara digambarkan suram dan liar
Setelah jadi cameo dalam film Superman (2025)—bahkan anjingnya, Krypto, ‘dititipkan’ pada Clark Kent, Kara Zor-El (Milly Alcock) kini hadir dalam kisah petualangannya sendiri.

Sengaja bertualang dari satu planet ke planet lain yang memiliki matahari merah agar dia bisa bebas mabuk-mabukan dan nggak jadi manusia super, Kara juga merayakan ulang tahun ke-23-nya dengan niat itu.

Petualangan Kara dan Ruthye yang penuh aksi kekerasan. Foto: Warner Bros. Pictures

Ia bertemu Ruthye (Eve Ridley), remaja 13 tahun yang berniat membunuh Krem dari Yellow Hills (Matthias Schoenaerts), perombak kejam Brigand yang telah membantai keluarganya. Krem mencuri kapal Kara, bahkan meracuni Krypto. Jika dalam 3 hari Krypto nggak diberi obat penawar (yang ada pada Krem), ia akan mati.

Akhirnya Kara dan Ruthye sama-sama mengejar Krem dengan tujuan berbeda, serta jadi barengan Lobo (Jason Momoa), pemburu bayaran yang ingin menangkap Drom Baxton (Diarmaid Murtagh), tangan kanan Krem.

Awalnya mencari Krem demi menolong Krypto, Kara pun menggunakan kekuatan supernya di bawah sinar matahari kuning untuk menolong Ruthye dan menghancurkan Krem dan pasukannya, yang ternyata menculik banyak remaja putri untuk jadi pengantin demi kelangsungan reproduksi Brigand.

Supergirl yang disutradarai Clark Gillespie (Lars and the Real Girl, Cruella) dengan skenario ditulis Ana Nogueira (main dalam serial Hightown) itu mengadaptasi novel grafis karya Tom King dan Bilquis Evely, Supergirl: Woman of Tomorrow.

Demi Krypto, keluarga terakhirnya dari planet asalnya, Kara rela keliling planet pencari obat penawarnya. Foto: Warner Bros. Pictures

Ceritanya mirip kisah hukum rimba dalam kisah persilatan ala Kho Ping Ho atau koboi (luar angkasa), bercampur dan seri film Mad Max (apalagi pasukan Brigand kostumnya 11-12 dengan para penjahat dalam Mad Max).

Kara memang seorang anti-hero; layaknya pendekar mabuk yang bertualang antarbintang, bersama Lobo dan Ruthye menuntaskan kepentingan pribadi, namun situasi menjadikan mereka pahlawan.
Advertisement

Pertarungan terbaik Kara justru saat ia tanpa kekuatan super—raw, nggak sempurna, cukup brutal (dan babak belur), tapi seru dan menonjolkan sisi Kara yang sebenarnya penuh trauma.

Film ini juga menampilkan kilas balik asal-usul Kara, sepupu Kal-El alias Clark Kent atau Superman, dan kenapa ia selalu bertingkah sebagai party girl.

Lobo yang bengis dan tampaknya bakal berjumpa lagi dengan Kara dalam cerita berbeda. Foto: Warner Bros. Pictures

Kalau kita mendefinisikan Superman (David Corenswet) sebagai sepupu baik hati dan pria green flag, maka Kara ada di antara red dan green, tergantung POV. Sama halnya dengan Lobo, yang mencuri perhatian dengan aksi ugal-ugalannya.

Konsep anti-hero ini bikin Supergirl bukan cerita superhero biasa, setidaknya di jagat para pahlawan semesta DC Comics—sosok Kara nanti bisa jadi pesona tersendiri dalam Man of Tomorrow yang dirilis tahun depan.

Supergirl dengan rating 13+ ini (aksi kekerasannya memang bukan untuk semua umur) tayang di bioskop Indonesia mulai hari ini, 24 Juni 2026. Nonton, yuk! (f)

Baca juga:
Voicemails for Isabelle: Pesona Komedi Romantis ala 90-an dan Dessert Nachos
Power Ballad: Dua Musisi Berebut Lagu Populer
Toy Story 5: Surat Cinta untuk Orang Tua Gen Alpha

 

Zornia Harisantoso


Topic

#review

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?