Legends of the Condor Heroes: The Gallants adalah film Tiongkok yang ditulis dan disutradarai sineas ternama Hong Kong, Tsui Hark, dibintangi oleh antara lain Xiao Zhan, Zhuang Dafei, Tony Leung Ka-Fai, dan Zhang Wenxin. Film ini dibuat berdasarkan novel wuxia alias cerita silat, yang ditulis oleh Louis Cha Jin Yong dengan judul serupa, dan merupakan bagian dari trilogi.
Wuxia karya Jin Yong ini telah diadaptasi berulang kali, dan jadi kisah klasik dunia persilatan kesayangan lintas generasi.
Cerita bermula dari Guo Jing (Xiao Zhan) yang mencari seorang teman bernama Huang Rong (Zhuang Dafei), perempuan tangguh yang menemani perjalanan Guo Jing meninggalkan tanah tempat ia dibesarkan demi mendapatkan ilmu sakti. Ilmu tersebut berasal dari kitab yang berisi berbagai jurus yang hanya bisa dipelajari oleh orang-orang terpilih.
Namun, persahabatan mereka rusak karena kesalahpahaman. Huang Rong berasal dari Pulau Bunga Persik yang memang dikenal sering berseteru dengan para suhu Guo Jing. Dengan begitu, saat para suhu Guo Jing ditemukan tewas, ia langsung menuduh bahwa ayah Huang Rong-lah pelakunya. Kesalahpahaman tersebut memisahkan mereka berdua.
Kini, keadaan Dinasti Jin dan Dinasti Mongol kian memanas. Perang dan pengkhianatan datang bertubi-tubi. Kehadiran Guo Jing dengan ilmu bela diri Delapan Belas Naga sangat diharapkan bagi Dinasti Mongol; terlebih bagi Genghis Khan (Baya'ertu), Raja Mongol, yang juga ayah angkat Guo Jing.
Halangan demi halangan terus datang menemui Guo Jing dan Huang Rong. Penonton dibuat kesal dengan aksi Venom West (Tony Leung Ka-Fai), suhu dari Dinasti Jin, yang tidak menyerah mengejar Guo Jing dan Huang Rong demi mendapatkan Novem Scripture, kitab sakti yang dipelajari oleh Guo Jing untuk berperang dan pengobatan.
Lantas, bagaimana Guo Jing dengan kekuatannya dapat meredakan perang yang terus berlanjut? Apakah Guo Jing juga bisa bertemu kembali dengan pilihan hatinya?
Film ini menampilkan sinematografi yang indah menemani perjalanan Guo Jing, yang membuat penonton tidak mau melepas pandang dari layar. Film berdurasi 146 menit ini berhasil membungkus satu cerita dengan dinamika seru. Walau konflik datang dari banyak sisi, semua mendapat ujung penyelesaian yang tepat dan tidak menggantung.
Akting Xiao Zhan juga tidak main-main di film ini. Xiao sukses membuat penonton merasakan sedih, takut, marah, hingga bahagia melalui karakter Guo Jing. Tak lupa adegannya bersama Zhuang Dafei bikin baper.
Per 6 Februari lalu, Legends of the Condor Heroes: The Gallants jadi film terlaris dalam sejarah sinema Tiongkok yang diangkat dari wuxia. Dripada penasaran, segera saksikan film ini di bioskop kesayangan mulai dari 26 Februari 2025! (f)
Baca juga:
Conclave: Ketika Pemilihan Paus Jadi Arena Pertarungan Ambisi dan Kejujuran
Cleaner: Satu Perempuan Melawan Sekelompok Penyandera
LYKN, Boygroup Asal Thailand, Sukses Gelar Konser Perdana di Indonesia
Ghina Athaya
Topic
#feminaindonesia, #reviews