Takdir seekor banteng adalah menjadi petarung, itulah hal yang diyakini oleh sebagian besar banteng. Namun, tidak demikian dengan Ferdinand (John Cena). Jika teman-temannya di peternakan Casa del Toro senang berlatih adu tanduk, Ferdinand memilih untuk merawat bunga kesayangannya.
Suatu hari, ayah Ferdinand terpilih untuk bertarung di arena. Namun, sang ayah tidak lagi pulang ke peternakan. Ferdinand yang panik karena kepergian ayahnya langsung melarikan diri naik kereta. Dia pun terdampar di suatu ladang yang penuh bunga kesukaannya dan berteman dengan anak petani bunga, Nina (Lili Day). Bisa dibilang, kehidupan Ferdinand sangatlah sempurna.
Saat beranjak dewasa, tubuh Ferdinand bertumbuh makin besar. Oleh karena itu, dia tidak diperbolehkan turut hadir ke acara festival bunga di kota—khawatir membuat para pengunjung lain takut. Pada akhirnya, Ferdinand memutuskan untuk menyusul Nina karena tidak mau kehilangan perayaan favoritnya. Sayang, di sana tanpa sengaja Ferdinand membuat keributan. Akhirnya, dia diciduk polisi dan dikembalikan ke peternakan masa kecilnya.
Di Casa del Toro Ferdinand kembali bertemu teman masa kecilnya dan juga Lupe (Kate McKinnon), seekor kambing yang bertugas menjadi pelatih sekaligus ‘psikolognya’. Ferdinand dihadapkan kepada dua pilihan, yaitu menjadi petarung atau dikirim ke rumah jagal. Padahal sesungguhnya, keinginan Ferdinand adalah kembali bertemu Nina, sahabatnya. Mungkinkah harapannya ini terwujud, atau Ferdinand harus bertanding di arena melawan matador yang membahayakan nyawanya?
Ferdinand diangkat dari buku klasik berjudul The Story of Ferdinand karangan Munro Leaf di tahun 1936. Buku ini cukup populer sehingga tidak heran banyak orang yang tidak sabar menantikan kisah Ferdinand diangkat ke layar lebar. Sepertinya, mereka tidak akan kecewa.
Di sebagian besar film penonton akan dibuat tertawa oleh karakter bantengnya yang beragam. Selain Ferdinand, ada juga Guapo yang gampang panik dan muntah ketika harus bertarung, Maquina yang poninya mengganggu penglihatannya, hingga Valiente yang gagah namun sangat membenci Ferdinand. Kelakuan mereka saat latihan kekuatan kerap mengocok perut. Yang nggak kalah kocaknya adalah karakter trio landak, yaitu Una, Dos, Quatros yang turut membantu Ferdinand untuk menjalankan misinya. Jangan lupakan juga Lupe, yang awalnya terlihat licik namun ternyata memiliki hati yang lembut meski juga sering bertingkah konyol.
Ferdinand menunjukkan kalau dirinya bisa bertenggang rasa terhadap teman-temannya yang berbeda karakter, bahkan terhadap Valiente yang menganggapnya musuh. Di balik tubuh besarnya, Ferdinand memiliki hati yang besar dan lembut. Intinya, sih, film ini sangat cocok ditonton oleh anak-anak karena mengajarkan mereka arti persahabatan dan kesetiaan.
Yang nggak kalah menyenangkannya adalah pemandangan indah yang diperlihatkan di sepanjang film. Termasuk, beragam bunga yang memang disukai Ferdinand. Film animasi garapan 20th Century Fox Animation & Blue Sky Studios yang mulai tayang hari ini di bioskop Indonesia tentulah tidak boleh Anda lewatkan. Tidak hanya cocok untuk ditonton dengan anak atau keponakan, mengajak sahabat juga merupakan pilihan tepat. (f)
Foto: 20th Century Fox Animation & Blue Sky Studios
Baca juga:
Mungkinkah Pria Jatuh Cinta Kepada Robot? Simak Kisahnya di Drama Terbaru Yoo Seung-ho, I Am Not a Robot
Dari The Notebook Hingga Miracle in Cell No. 7, Enam Film Ini Pasti Akan Membuat Anda Baper
4 Alasan Kenapa Harus Nonton Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak
Topic
#filmhollywood, #filmanimasi, #resensifilm